Skripsi Strategi Komunikasi Pemasaran pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok NTB


Skripsi Strategi Komunikasi Pemasaran pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok NTB

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA DEPO JAYA BANGUNAN 
(Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan 
Mataram Lombok)
HALAMAN SAMPUL

SKRIPSI

 

Oleh
SHOJI DUWI SANDINI
L1B017106




PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MATARAM
2021
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA DEPO JAYA BANGUNAN
(Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan 
Mataram Lombok)
HALAMAN JUDUL


Oleh
Shoji Duwi Sandini
L1B017106



Skripsi sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh 
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Program Studi 
Ilmu Komunikasi Universitas Mataram






PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MATARAM
2021
HALAMAN PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Shoji Duwi Sandini
NIM : L1B017106
menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok)” adalah benar hasil karya sendiri, untuk semua sumber kutipan telah dicantumkan, dan skripsi ini belum pernah diajukan pada institusi mana pun, sehingga bukan merupakan hasil plagiarism. Saya bertanggungjawab atas keaslian dan kebenaran isinya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak mana pun serta bersedia menerima sanksi akademik apabila ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.


Mataram, 18 Juni 2021
Peneliti,






Shoji Duwi Sandini
L1B017106

HALAMAN PENGESAHAN
 Skripsi yang diajukan oleh:
Nama : Shoji Duwi Sandini
NIM : L1B017106
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Minat Studi : Hubungan Masyarakat
Judul skripsi : Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok)
telah berhasil dipertahankan didepan Dosen Penguji yang terdiri atas: Siti Chotijah, S.IP., MA., Dian Lestari Miharja, SP., MA., dan Baiq Vira Safitri, S.Ikom., M.Ikom., pada tanggal 18 Juni 2021, dan telah diterima sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram.
Skripsi tersebut telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing.
Menyetujui:
Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,


Dian Lestari Miharja, SP., MA. Baiq Vira Safitri, S.Ikom., M.Ikom.
NIP. 197007302005012001 NIP. 198710142011012002

Menyetujui: Mengetahui:
Penguji Independen,
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Mataram


Siti Chotijah, S.IP., MA.
NIP. 198508132015042002 Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si.
NIP. 196708091994121001

Tanggal Pengesahan: _________________________ 
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat merampungkan skripsi yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran pada Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok)”. Penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat utama untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada program Strata-1 di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram.
Penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan dan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Dian Lestari Miharja, SP., MA, selaku dosen pembimbing utama.
2. Ibu Baiq Vira Safitri, S.Ikom., M.Ikom., selaku dosen pembimbing pendamping.
3. Bapak Kandu Priyanto Wibowo SE., selaku Staff Bidang Marketing Depo Jaya Bangunan.
4. Bapak Arie Asghar Azizi, selaku Supervisor Bidang Marketing Depo Jaya Bangunan.
5. Bapak Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram.
6. Orang tua, Dosen Pembimbing Akademik, saudara-saudara, orang-orang terkasih yang selalu senantiasa memberikan motivasi dan dukungan yang luar  biasa dalam penyelesaian skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat besar terlebih untuk peneliti dan bagi orang-orang yang menjadikan skripsi ini sebagai referensi dalam menulis skripsi.

Mataram, 2021
Peneliti,






Shoji Duwi Sandini
L1B017106



DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN JUDUL ii
HALAMAN PERNYATAAN iii
HALAMAN PENGESAHAN iv
KATA PENGANTAR v
DAFTAR ISI vii
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
DAFTAR LAMPIRAN xii
RINGKASAN xiii
I. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 3
1.3. Tujuan Penelitian 3
1.4. Manfaat Penelitian 3
II. TINJAUAN PUSTAKA 4
2.1. Komunikasi 4
2.1.1. Unsur-unsur Komunikasi 5
2.1.2. Tujuan Komunikasi 6
2.1.3. Strategi Komunikasi 6
2.2. Komunikasi Korporasi (Corporate Communication) 7
2.3. Komunikasi Pemasaran 8
2.3.1. Elemen Komunikasi Pemasaran 10
2.3.2. Strategi Komunikasi Pemasaran 13
2.4. Komunikasi Pemasaran Terpadu 14
2.4.1. Definisi Komunikasi Pemasaran Terpadu 14
2.4.2. Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu 14
2.5. Penelitian Terdahulu 16
2.6. Kerangka Berpikir 18
2.7. Definisi Operasional 19
III. METODE PENELITIAN 22
3.1. Jenis Penelitian 22
3.2. Tempat Penelitian 22
3.3. Waktu Penelitian 22
3.4. Subjek Penelitian 23
3.5. Objek Penelitian 23
3.6. Penentuan Informan 23
3.7. Sumber Data 24
3.7.1. Data Primer (Primary Data) 24
3.7.2. Data Sekunder (Secondary Data) 24
3.8. Fokus Penelitian 25
3.9. Teknik Pengumpulan Data 28
3.9.1. Pengamatan (Observasi) 28
3.9.2. Interview (Wawancara) 28
3.9.3. Dokumentasi 28
3.10. Teknik Analisis Data 29
3.11. Keabsahan Data 30
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 32
4.1. Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian 32
4.1.1. Profil  Depo Jaya Bangunan 32
4.1.2. Visi dan Misi Depo Jaya Bangunan 33
4.1.3. Market Share (Pangsa Pasar) Depo Jaya Bangunan 35
4.2. Gambaran Umum Informan 36
4.3. Strategi Komunikasi Pemasaran Depo Jaya Bangunan 39
4.3.1. Perencanaan 39
4.3.2. Pelaksanaan 42
4.4. Kendala dalam Pelaksanaan Strategi Komunikasi Pemasaran Depo  Jaya Bangunan 81
V. KESIMPULAN DAN SARAN 82
5.1. Kesimpulan 82
5.2. Saran 83
DAFTAR PUSTAKA 84
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1. Daftar Penelitian Terdahulu 16
4.1. Daftar Informan 38
 
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Elemen Bauran Komunikasi Pemasaran 12
2.2. Skema Kerangka Berpikir 19
3.1. Bagan Analisis Data 29
4.1. Logo Depo Jaya Bangunan 34
4.2. Struktur Organisasi Depo Jaya Bangunan 34
4.3. Baliho/Billboard Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112 Sweta, Mataram 40
4.4. Tagline Depo Jaya Bangunan yang berada di Depan Toko 42
4.5. Billboard Berisi Iklan Pasar Kaget dan Shop & Win Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112, Sweta, Mataram 46
4.6. Iklan Jotun Sebagai Salah Satu Produk yang berhadiah di Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112, Sweta, Mataram 47
4.7. Iklan Papan Reklame Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Undian Berhadiah 49
4.8. Hanging Mobile Informasi Shop & Win dan Informasi Promo Produk 51
4.9. Aktivitas Pemasaran Depo Jaya Bangunan di akun Instagram 56
4.10. Pemberitaan Undian Berhadiah Depo Jaya Bangunan 58
4.11. Spanduk Depo Jaya Bangunan Tentang Diskon “Pasar Kaget” di Jalan WR. Supratman 61
4.12. Alur Interaksi dalam Aktivitas Telemarketing Depo Jaya Bangunan 65
4.13. Aktivitas Pemasaran pada Website Depo Jaya Bangunan 66
4.14. Tangkapan Layar E-Katalog beberapa Produk Depo Jaya Bangunan 67
4.15. Tangkapan Layar Informasi Diskon yang disebarkan Tim Marketing Depo Jaya Bangunan kepada Seluruh Membernya 68
4.16. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Diskon Depo Jaya Bangunan 71
4.17. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Cashback Depo Jaya Bangunan 73
4.18. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Photo Contest Depo Jaya Bangunan 74
4.19. Penyampaian Informasi Sales Marketing Fotile Pada Event Cooking Demo
79
 
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Stand Hanging dan Roll Up Banner 88
2. X Banner 89
3. Kompetisi/Contest 90
4. Transkrip Wawancara 91
5. Daftar Pertanyaan Wawancara 107
6. Surat Keterangan Wawancara I 112
7. Surat Keterangan Wawancara II 113
8. Foto Dokumentasi Wawancara 114
9. Daftar Riwayat Hidup 115

RINGKASAN
Shoji Duwi Sandini. Strategi Komunikasi Pemasaran pada Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok). Dibimbing oleh Dian Lestari Miharja, SP., MA dan Baiq Vira Safitri, S. Ikom., M. Ikom.
Pelaku usaha membutuhkan strategi komunikasi dalam menjalankan aktivitas pemasarannya, sehingga dalam hal ini pelaku usaha atau perusahaan perlu untuk membentuk strategi komunikasi pemasaran. Seperti halnya Depo Jaya Bangunan yang merupakan salah satu toko bahan bangunan berskala supermarket yang menawarkan berbagai macam produk dan perlengkapan rumah satu atap.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dalam memasarkan produk-produknya dan kendala yang dihadapi oleh Depo Jaya Bangunan dalam menerapkan komunikasi pemasaran pada aktivitas pemasarannya. 
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Depo Jaya Bangunan dalam menjalankan aktivitas pemasarannya menggunakan strategi komunikasi pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communications (IMC). Dengan menggunakan konsep komunikasi pemasaran terpadu menurut Morissan (2010), yang menyebutkan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu terdiri dari 6 (enam elemen yaitu, Media Periklanan (Advertising), Pemasaran Langsung (Direct Marketing), Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing), Promosi Penjualan (Sales Promotion), Hubungan Masyarakat (Public Relations), dan Penjualan Personal (Personal Selling). 
Kendala yang dihadapi Depo Jaya Bangunan dalam menjalankan strategi komunikasi pemasarannya adalah pandemi Covid-19 yang menyebabkan beberapa program/event tidak terlaksana dan penyampaian informasi menurun.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Komunikasi Pemasaran, Depo Jaya Bangunan, Marketing. 
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia sekarang ini ditekan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di masyarakat. Untuk itu, pemerintah memberikan kemudahan dalam hal regulasi untuk berusaha. Dengan diberikannya kemudahan tersebut tentu menumbuhkan banyak peluang usaha yang dapat dilakukan dan juga berakibat menimbulkan banyak usaha yang sama ikut berdiri sehingga terjadi persaingan untuk saling merebut pasar. Untuk memenangkan persaingan pasar yang ketat tentu membutuhkan suatu strategi. Salah satunya adalah dengan membentuk strategi komunikasi. Strategi sendiri merupakan suatu cara atau taktik untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi adalah proses perpindahan pesan dari individu ke individu lain, individu ke kolompok, kelompok ke kelompok atau masyarakat. Sehingga dapat diartikan secara sederhana bahwa strategi komunikasi adalah cara atau taktik yang digunakan dalam menyampaikan pesan kepada khalayak untuk mencapai tujuan tertentu.
Kaitannya dalam dunia usaha strategi komunikasi digunakan sebagai suatu cara atau langkah yang ditempuh oleh para pelaku usaha dalam melancarkan komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi strategi komunikasi juga dapat dijelaskan sebagai semua rencana dan taktik atau cara yang dipergunakan untuk memperlancar komunikasi dengan memunculkan pengirim (komunikator), pesan, dan penerima (komunikan) pada proses komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Muhammad Arni, 2004:65).
Para pelaku usaha atau perusahaan membutuhkan strategi komunikasi untuk menjalankan aktivitas pemasarannya. Komunikasi menjadi penting dalam bidang ini karena perusahaan menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan pesan kepada target sasarannya. Dengan demikian perusahaan harus mampu mengemas pesan dengan sedemikian rupa untuk mampu dipahami oleh khalayak dan dapat menarik perhatian. Sehingga dalam hal ini perusahaan harus membentuk strategi komunikasi pemasaran. Strategi komunikasi pemasaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk menyampaikan pesan atau informasi mengenai suatu produk kepada konsumen sebagai target audience yang diharapkan memberikan respons produk yang dipasarkan tersebut (Arina Muntazah, 2020:37). Aktivitas penjualan atau pemasaran yang dilakukan perusahaan sebagai pelaku usaha dapat berupa menyampaikan pesan atau informasi mengenai produk yang ditawarkan, promosi, keunggulan, atau bahkan mengenai program perusahaan dan lain sebagainya. Hal tersebut semata-mata bertujuan untuk mempersuasi dan menarik perhatian khalayak sebagai target konsumen. Strategi komunikasi pemasaran dapat dikatakan berhasil apabila khalayak atau konsumen merespons pesan atau informasi yang telah disampaikan oleh perusahaan dengan menunjukkan perubahan perilaku menjadi tertarik dan akhirnya mau membeli suatu produk yang dijual atau ditawarkan. Apabila strategi komunikasi pemasaran yang digunakan tepat, tentu perusahaan mampu mencapai suatu keberhasilan dan dapat menyaingi perusahaan lain yang bergerak dibidang yang sama.
Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalami perkembangan dalam perekonomiannya, termasuk pembangunan dan infrastrukturnya (baik fasilitas umum dan perorangan). Pembangunan ini turut memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya adalah dengan adanya jenis usaha bahan bangunan dan kebutuhan rumah tangga. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya toko bahan bangunan dengan sistem pemasaran supermarket pertama di Lombok, seperti halnya Depo Jaya Bangunan. Kehadiran Depo Jaya Bangunan bukan satu-satunya yang menawarkan konsep tersebut melainkan telah banyak hadir pula toko-toko bahan bangunan yang berkonsep sama.
Depo Jaya Bangunan merupakan salah satu toko bahan bangunan berskala supermarket dengan menawarkan berbagai macam produk dan perlengkapan rumah satu atap, dengan kualitas dan layanan yang mampu bersaing. Melihat Depo Jaya Bangunan sebagai perusahaan dengan sistem pemasaran supermarket pertama di Lombok, memiliki banyak pesaing baru yang mulai bermunculan yang juga menawarkan konsep yang sama, sehingga tentu akan semakin memperketat persaingan. Maka timbul pertanyaan bagaimanakah strategi komunikasi pemasaran Depo Jaya Bangunan dalam memasarkan produk-produknya? terlebih dalam mempertahakan konsumennya ditengah persaingan yang semakin ketat dengan usaha sejenis yang baru bermunculan di Lombok. Untuk itu, perlu dilakukan suatu penelitian tentang “Strategi Komunikasi Pemasaran Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram Lombok)”.
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Depo Jaya Bangunan?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan.
2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan komunikasi pemasaran di Depo Jaya Bangunan.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bidang komunikasi khususnya bidang bagi peneliti dan bagi pihak lain.
2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi oleh perusahaan dimasa mendatang. 
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Komunikasi
Secara etimologis komunikasi berasal dari bahasa latin “communication” istilah ini bersumber dari perkataan “communis” yang berarti sama, maksud dari kata sama ialah sama makna atau sama arti. Sehingga komunikasi dapat terjadi jika terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Menurut Rogers dan D. Lawrence Kincaid (dalam Cangara, 1998:20) komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi atau pesan dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian yang mendalam.
Gerald R. Miller mengemukakan komunikasi dapat terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempersuasi perilaku penerima (dalam Deddy Mulyana, 2010:68-69). Sedangkan menurut Berelson & Stainer mendefinisikan komunikasi sebagai proses penyampaian informasi, gagasan, emosi keahlian, dan lain-lain melalui simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka dan lain sebagainya (dalam Vardiansyah, 2008: 25-26).
Selain itu juga, Mulyana menerangkan komunikasi sebagai penyampaian suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dan diasumsikan sama (Mulyana, 2005:4). Harold Laswell menyebutkan dalam bukunya yang berjudul The Structure and Function of Communication in Society (dalam Effendy, 2005:10) yang menjelaskan komunikasi adalah suatu yang dapat menjawab pertanyaan siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui apa, siapa yang dituju, dan apa pengaruhnya. 
Berdasarkan beberapa penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi yang disampaikan oleh si pengirim pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan) dengan tujuan untuk mempersuasi khalayak sehingga mendapatkan efek (feedback) yang diinginkan. Serangkaian komponen atau unsur yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut akan dijelaskan pada sub bagian tersendiri.
2.1.1. Unsur-unsur Komunikasi 
Laswell (dalam Deddy Mulyana, 2007:72) menerangkan bahwa unsur-unsur komunikasi ada 5 (lima), diantaranya sebagai berikut:
1. Sumber (source), atau sender atau disebut juga sebagai communicator, speaker, encoder yaitu pihak yang berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Sumber dapat berupa individu, kelompok, organisasi, perusahaan atau bahkan negara.
2. Pesan (message), yaitu seperangkat simbol verbal atau non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan, atau maksud dari si pengerim pesan.
3. Saluran (channel, media), yaitu alat atau perangkat yang digunakan oleh sumber atau pengirim pesan untuk menyampaiakn pesan atau informasi kepada penerima. Saluran pun merujuk pada bentuk pesan dan penyajian pesannya.
4. Penerima (receive), mempunyai sebutan lain yakni destination, communicate, decoder, audience, listener, dan interpreter yang mana penerima yaitu orang yang menerima pesan.
5. Efek (effect), yaitu apa yang terjadi pada penerima pesan setelah ia menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Unsur-unsur komunikasi dalam proses komunikasi juga telah dikemukakan oleh John Fiske (2004) dalam bukunya, terdapat 7 (tujuh) unsur, antara lain:
1. Sender ialah komunikator yang menyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak.
2. Encoding ialah penyandian yang merupakan proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang atau simbol.
3. Pesan (message) ialah pesan sebagai seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
4. Media ialah saluran komunikasi yang digunakan oleh komunikator sebagai tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
5. Decoding ialah proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
6. Feedback (umpan balik) ialah respons atau tanggapan komunikan setelah komunikator menyampaikan pesan atau informasi kepadanya.
7. Hambatan (noise) ialah gangguan diluar rencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan yang disampaikan oleh komunikator (Fiske, 2016:18).
2.1.2. Tujuan Komunikasi
Komunikator dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan tentu memiliki tujuan untuk dicapai. Adapun tujuan komunikasi menurut Effendy (2003:55) ialah, sebagai berikut:
1. Mengubah sikap (to change attitude).
2. Mengubah opini/pendapat (to change the opinion).
3. Mengubah perilaku (to change the behavior).
4. Mengubah masyarakat (to change the society).
Tujuan komunikasi juga dijelaskan secara singkat oleh Zikri dalam bukunya (2017:10) yang menerangkan bahwa komunikasi bertujuan untuk mengharapkan pengertian, dukungan, gagasan, dan tindakan.
2.1.3. Strategi Komunikasi
Strategi adalah segala keputusan kondisional yang berkaitan dengan suatu tindakan yang akan dijalankan, untuk mencapai tujuan. Sehingga jika dirumuskan dalam strategi komunikasi, dapat diartikan sebagai suatu cara yang mempertimbangkan kondisi dan situasi tertentu (ruang dan waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa mendatang, untuk mencapai efektivitas. Adanya strategi komunikasi, berarti dapat melalui beberapa cara dengan menggunakan teknik komunikasi dalam menyampaikan suatu pesan atau informasi sehingga mampu mempersuasi khalayak dengan mudah dan cepat (Anwar Arifin, 1984:10).
Strategi komunikasi juga dapat diartikan sebagai segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh komunikator dan mentransmisikan pesan kepada komunikan dengan tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelumnya, mulai dari melalui media apa, pesan yang bagaimana, dan efek yang akan ditimbulkan dan dicapai, pada akhirnya suatu hal yang ingin dicapai tersebut sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan (Mudjiono, Yoyon, 2015:90).
Sementara itu, menurut Onong Uchjana Effendy strategi komunikasi adalah aktivitas yang mencakup segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana seseorang berkomunikasi dengan khalayak sebagai sasarannya. Dalam strategi komunikasi menjelaskan mengenai khalayak sasaran, berbagai tindakan yang akan ditempuh, mengungkapkan bagaimana khalayak sasaran akan memperoleh manfaat berdasarkan informasi yang diberikan, dan bagaimana khalayak sasaran yang lebih luas dapat dijangkau secara lebih efektif (Effendy, 1984:35).
Pemaparan mengenai strategi komunikasi diatas perlu diperhatikan. Karena sebelum komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, komunikator harus mampu membuat strategi komunikasi terlebih dahulu agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan sampai kepada komunikan serta dapat menghasilkan efek yang sesuai dengan yang diharapkan.
2.2. Komunikasi Korporasi (Corporate Communication)
Van Riel dalam bukunya menyebutkan corporate communication berasal dari bahasa Latin "corpus" yang berarti "tubuh" atau "keseluruhan", dimana komunikasi akan berfokus pada masalah organisasi atau perusahaan secara keseluruhan atas pencapaian tujuan perusahaan (Van Riel, 2007:22).
Selain itu, Argenti menerangkan bahwa komunikasi korporat terdiri dari citra dan identitas perusahaan itu sendiri. Identitas yan dibangun sejak awal oleh perusahaan akan menghasilkan persepsi yang dilihat oleh publik eksternal atau khalayak sebagai penerima pesan. Pesan dapat disebarkan melalui catatan, surat, laporan, website, e-mail, dan siaran pers yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada publik, baik internal maupun eksternal (Argenti, 2010:4).
Komunikasi korporat juga didefinisikan oleh Kotler (dalam Argenti, 2010:60) sebagai segala bentuk komunikasi yang digunakan oleh perusahaan selain komunikasi pemasaran. Kedua jenis komunikasi tersbut berbeda, hal yang membedakannya ialah pada tujuan pesan yang akan disampaikan. Pada komunikasi korporasi tujuannya berkaitan dengan perusahaan, sedangkan komunikasi pemasaran berkaitan dengan produk dari perusahaan tersbut.
Berdasarkan pemaparan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi korporat adalah segala bentuk upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyampaikan pesan terkait dengan perusahaan untuk disampaikan kepada publik internal maupun eksternal.
2.3. Komunikasi Pemasaran
Setiap aktivitas marketing, bagian yang sangat krusial untuk diperhatikan ialah communication atau komunikasi. Komunikasi menjadi aktivitas pemasaran yang berlangsung dengan berbagai macam cara sehingga diharapkan mampu untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan oleh perusahaan yakni terjadinya suatu proses pembelian. Pada dasarnya komunikasi berperan penting dalam memberikan informasi dan membuat para konsumen menyadari akan keberadaan suatu produk yang ditawarkan. Dengan komunikasi pelaku usaha dapat membujuk konsumen untuk berkenan masuk dalam tahap pembelian atau hubungan pertukaran sehingga terjadi sebuah transaksi (Shimp, 2014).
Adanya komunikasi dalam pemasaran juga berperan dalam membedakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan dengan perusahaan lainnya. Namun menurut Setiadi (2003:250) peran komunikasi tidak hanya melulu tentang tahapan menuju tahap transaksi yang berkenaan dengan menginformasikan, membujuk, mengingatkan dan membedakan produk, melainkan juga menjadi sarana yang menawarkan pertukaran itu sendiri.
Komunikasi pemasaran didefinisikan sebagai suatu proses penyebaran informasi atau pesan tentang perusahaan dan apa yang ditawarkannya pada target sasaran (Silaksana, 2003:23). Sedangkan menurut Shimp dalam bukunya (2014:7) menjelaskan komunikasi pemasaran sebagai suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk memasarkan, mempromosikan produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan kepada khalayak atau target dengan menggunakan berbagai sarana komunikasi pemasaran demi mencapai keuntungan finansial maupun non finansial.
Selain itu, menurut Kennedy dalam bukunya (2009:5) mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai suatu aktivitas marketing yang menggunakan teknik-teknik komunikasi dengan tujuan untuk memberikan pesan atau informasi kepada khalayak agar tujuan perusahaan dapat tercapai, yang mengharapkan peningkatan pendapatan atau penghasilan atas penggunaan jasa atau pembelian produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Sedangkan menurut Machfoedz (2010:16) menerangkan bahwa komunikasi pemasaran merupakan arus informasi mengenai produk atau jasa dari perusahaan yang sampai kepada konsumen. Perusahaan menggunakan iklan, pemasaran langsung, publisitas, promosi penjualan dan Pemasaran Langsung, untuk memberikan informasi yang perusahaan inginkan sehingga dapat mempersuasi keputusan pembelian konsumen. 
Pesan dalam komunikasi pemasaran menjadi tujuan bagi Depo Jaya Bangunan untuk memberikan informasi, membujuk dan menarik perhatian masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai produk yang mereka tawarkan. Sehingga khalayak atau konsumen dapat mengetahui informasi mengenai produk yang ditawarkan. Dalam memasarkan produknya Depo Jaya Bangunan menempuh berbagai cara seperti dengan membentuk strategi untuk menarik perhatian masyarakat. Strategi yang dibentuk misalnya seperti mengadakan promosi. Informasi mengenai promosi terhadap suatu produknya disebarluaskan kepada khlayak atau masyarakat dengan memanfaatkan media yang dimiliki.
Sehingga dari penjelasan tersebut komunikasi pemasaran dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas pemasaran yang menggunakan komunikasi dalam implementasinya. Adanya komunikasi dalam kegiatan tersebut dapat memberikan pesan atau informasi kepada konsumen atau pelanggan mengenai produk yang ditawarkan, melalui pemilihan teknik komunikasi yang tepat dapat menarik perhatian konsumen atau khalayak, juga dengan menggunakan media yang tepat sehingga mampu menyebarkan informasi dengan jangkauan khalayak yang lebih luas.
2.3.1. Elemen Komunikasi Pemasaran
Morissan (2010:5) menyebutkan ada empat elemen dasar yang mendukung pemasaran yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion). Keempat elemen tersebut bertujuan untuk membentuk suatu program sebagai strategi dalam menciptakan kesadaran dan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Proses tersebut dinamakan sebagai marketing mix atau perpaduan dari keempat elemen tersebut. 
Setiap elemen membangun suatu komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, namun sebagian besar komunikasi perusahaan berlangsung sebagai bagian dari program promosi yang dikontrol dan direncanakan secara hati-hati. Instrumen dasar yang digunakan untuk mencapai tujuan komunikasi perusahaan disebut dengan bauran promosi atau promotion mix (Morissan, 2010:16-17). 
Menurut Morissan (2010:17-34) ada 6 elemen promotion mix yang penjelasannya terangkum sebagai berikut:
1. Media Periklanan (Advertising)
Advertising atau iklan dapat didefiniskan sebagai suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang berkaitan dengan suatu organisasi, produk, servis, atau ide yang dipasang melalui media massa seperti surat kabar, majalah, televisi dan radio. Selain itu juga iklan dapat dipasang melalui media modern seperti intenet dan lain-lain. 
2. Pemasaran Langsung (direct marketing)
Pemasaran langsung atau direct marketing adalah upaya perusahaan atau organisasi untuk berkomunikasi secara langsung dengan calon pelanggan sebagai target sasaran yang bertujuan untuk mendapatkan respon langsung atau terjadi transaksi penjualan. Adapun aktivitas pemasaran langsung seperti mengirim katalog, Mailing, Telemarketing, Belanja internet, Tv Shopping, Fax Mail, E-mail, Videotape, Voice mail dan sebagainya.
3. Pemasaran Interaktif (interactive marketing)
Komponen selanjutnya ialah pemasaran interaktif atau interactive marketing. Aktivitas dalam komponen ini ialah menjadikan internet sebagai fasilitas utamanya. Pemasaran interaktif biasanya memanfaatkan website sebagai saranan yang menunjang terjadinya arus informasi timbal baik sehingga memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dan memodifikasi bentuk dan isi informasi saat itu juga (real time). Selain menggunakan website juga perusahaan atau pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial yang dimilikinya untuk melakukan aktivitas pemasaran.
4. Promosi Penjualan
Promosi penjualan atau sales promotion adalah aktivitas marketing yang dilakukan oleh perusahaan dalam tenggat waktu jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Contohnya seperti kupon, hadiah, diskon, produk sample, pameran dagang, games dan lain-lain.
5. Hubungan Masyarakat (public relations)
Hubungan masyarakat (Humas) atau public relations adalah salah satu aktivitas marketing yang membangun hubungan baik dengan publik terkait dengan tujuan untuk memperoleh suatu dukungan dan membangun suatu “citra perusahaan” yang positif, serta menangani atau mengklarifikasi suatu isu, cerita atau peristiwa yang merugikan perusahaan. Humas juga dalam aktivitasnya melakukan publikasi di media massa atau media online terhadap segala bentuk kegiatan perusahaan yang berpotensi untuk meningkatkan citra perusahaan atau produk perusahaan. Adapun beberapa output dari aktivitas Humas ialah press kit, pidato, seminar laporan tahunan, sumbangan amal, sponsorship, lobbying, majalah intern, event, dan lain-lain.
6. Penjualan Personal
Penjualan personal atau personal selling adalah suatu interaksi langsung pelaku usaha dengan satu atau lebih calon pembeli untuk mempresentasikan produknya dengan tujuan mensukseskan penjualan dan membangun hubungan yang lebih intens dengan pelanggan atau konsumen. Contoh, presentasi penjualan, pameran dagang, dan program insentif, sampel dan pekan raya.
Adapun menurut Sulaksana (2004:24) menjabarkan lima elemen dalam bauran komunikasi pemasaran, berikut bagannya:
 
Gambar: 2.1 Elemen Bauran Komunikasi Pemasaran

Dari keenam elemen promotion mix atau kelima bauran komunikasi pemasaran yang telah dipaparkan diatas memainkan peranan penting dalam memasarkan suatu produk dari perusahaan. Setiap elemen dalam komunikasi pemasaran nantinya dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai pelaku usaha untuk menentukan dan memilih mana yang akan digunakan dalam aktivitas pemasarannya. Sehingga sebelum melakukan aktivitas pemasaran, perusahaan akan membentuk suatu strategi komunikasi pemasaran untuk melancarkan aktivitas penjualannya.
2.3.2. Strategi Komunikasi Pemasaran
Strategi komunikasi pemasaran merupakan proses perumusan pesan dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan atau pelaku usaha. Strategi komunikasi pemasaran dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah, mengefektifkan dan mengefisienkan aktivitas penyaluran pesan sehingga komunikator dapat menghemat energi, sedangkan bagi perusahaan tentu dapat menghemat biaya pengeluaran.
Strategi komunikasi pemasaran didefinisikan oleh Machfoedz sebagai penetapan suatu tujuan promosi dan target promosi yang dibentuk oleh sebuah perusahaan, dengan cara menciptakan sebuah rancangan pesan dan media melalui pengembangan promotion mix untuk penyediaan anggaran, sehingga mencapai suatu evaluasi dan pengendalian rencana pemasaran yang tepat dan bermanfaat (Machfoedz, 2010:11).
Steven Pike (dalam Uyung Sulaksana, 2003:23) menerangkan strategi komunikasi pemasaran sebagai sebuah rencana yang disatukan, menyeluruh, terpadu yang mengkaitkan kekuatan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa proses penyebaran pesan mengenai perusahaan dan produk apa yang ditawarkan pada khalayak sebagai target pasar. Sedangkan menurut Ismail, strategi komunikasi pemasaran adalah sekumpulan petunjuk dan kebijakan yang digunakan secara efektif dan mensesuaikan program pemasaran (produk, harga, promosi, dan distribusi) dengan sasaran yang efektif (Ismail, 2002:165).
Strategi komunikasi pemasaran diperlukan guna menerangkan arus informasi mengenai produk atau barang yang ditawarkan oleh perusahaan hingga sampai kepada konsumen. Perusahaan dapat menggunakan elemen-elemen dalam komunikasi pemasaran untuk memberikan pesan atau informasi yang mereka harapkan dapat mempersuasi keputusan pembelian oleh konsumen. Sedangkan bagi konsumen, dapat menggunakannya dalam proses pembelian untuk mendapatkan informasi mengenai ciri dan manfaat produk.
2.4. Komunikasi Pemasaran Terpadu
2.4.1. Definisi Komunikasi Pemasaran Terpadu
Menurut Asosiasi Biro Iklan Amerika (American Association Of Advertising Agencies) (dalam Morissan, 2010:8) menjelaskan komunikasi pemasaran terpadu merupakan konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai peran penting dalam ilmu komunikasi yang digunakan dalam aktivitas pemasaran yang bertujuan untuk memberikan kejelasan, konsistensi serta dampak komunikasi yang maksimal.
Tom Duncan dan Sandra Moriarty (dalam Morissan, 2010:10) menerangkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu adalah pendekatan pemasaran generasi baru yang digunakan oleh perusahaan untuk lebih memfokuskan upaya mereka dalam memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan hubungan perusahaan dengan para konsumen serta pihak lainnya.
Komunikasi pemasaran terpadu juga didefinisikan oleh Kotler dan Keller (2009:194) yang berpandangan bahwa komunikasi pemasaran terpadu merupakan suatu konsep dimana perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai bentuk saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan berkaitan dengan perusahaan dan produk yang ditawarkan. Secara sederhananya komunikasi pemasaran terpadu adalah suatu upaya perpaduan berbagai bentuk saluran komunikasi dalam lingkup pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan guna mencapai tujuan tertentu. 
2.4.2. Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu 
Strategi komunikasi pemasaran terpadu terdiri dari tiga aktivitas utama yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program komunikasi pemasaran terpadu (Ilvina, 2016). Ketiga aktivitas komunikasi pemasaran terpadu tersebut setiap bagian memiliki elemen masing-masing yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Perencanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu
Perencanaan saluran pemasaran menjadi hal yang paling utama dalam perancangan keseluruhan komunikasi pemasaran terpadu. Selanjutnya, akan dibahas langkah-langkah perencanaan komunikasi pemasaran terpadu menurut Ilvina (2016) yang meliputi:
1. Menganalisis situasi.
2. Mengidentifikasi khalayak sasaran.
3. Menentukan tujuan komunikasi pemasaran.
4. Menetapkan anggaran komunikasi pemasaran.
5. Mengembangkan program komunikasi pemasaran.
2. Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu
Setelah aktivitas perencanaan komunikasi pemasaran yang tepat dan strategis, kemudian perusahaan atau pelaku usaha akan mengkomunikasikan konsep marketing kepada konsumen secara kolektif yang disebut dengan saluran komunikasi pemasaran yang terdiri dari media advertising, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan personal. Dengan berkembangnya ilmu pemasaran dan kemajuan teknologi yang pesat saat ini, perusahaan harus mengkombinasikan atau menggabungkan tiap-tiap elemen tersebut secara keseluruhan sehingga dapat mengkomunikasikan pesan secara efektif dan positioning strategis yang konsisten terhadap konsumen (Sulaksana, 2003:24).
3. Evaluasi Komunikasi Pemasaran Terpadu
Menurut Kotler & Armstrong dalam bukunya, (2004:619) menyebutkan setelah melaksanakan program Komunikasi Pemasaran Terpadu, pelaku usaha harus mengevaluasi atau melakukan peninjauan terhadap program yang telah dijalankan dengan melihat dampak pada target sasaran yakni khalayak. Tujuan dilakukannya hal tersebut untuk bertanya kepada tiap-tiap khalayak yang menjadi sasarannya berapa kali mereka melihat pesan, apakah pesan yang disampaikan diingat, informasi  apa yang pertama mereka ingat, bagaimana respon mereka terkait dengan pesan tersebut, dan bagaimana sikap mereka setelah melihat pesan tersenut terhadap suatu produk dari perusahaan atau pelaku usaha. Komunikator dalam hal ini pelaku usaha atau pihak perusahaan juga akan mengukur perilaku yang disebabkan oleh pesan tersebut. Berapa banyak orang yang membeli produk, dan yang merekomendasikan kepada orang lain atau untuk mengunjungi toko.
2.5. Penelitian Terdahulu
Berikut beberapa hasil penelitian dari daerah di Indonesia yang meneliti tentang strategi komunikasi pemasaran pada perusahaan tertentu yang berkaitan dengan strategi komunikasi pemasaran terpadu, layanan, bisnis atau produk, dan aktivitas pemasaran. Secara lebih rinci dapat dirumuskan pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.1. Daftar Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti Tahun Penelitian Judul Penelitian Hasil Penelitian
1 Kholifia Risaini Jannah 2019 Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Pada Layanan Digital Indihome PT Telkom WItel Solo Periode 2018-2019) Menunjukkan bahwa PT Telkom Witel Solo menyusun strategi komunikasi pemasaran terpadu dengan memadukan marketing communication dan Hubungan Masyarakat. Kemudian  dalam aktivitas pemasarannya menggunakan lima marketing communication tools yakni periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, pemasaran langsung, dan
Hubungan Masyarakat. Untuk media promosi PT Telkom Witel Solo memanfaatkan media Instagram dan Website agar memudahkan pelanggan dalam mendapatkan informasi.
2 Muhammad Rizky 2020 Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Bisnis Fotografi di Studio Foto La VanillaBanjarmasin Menunjukkan bahwa LA Vanilla Studio Foto Banjarmasin menggunakan strategi direct marketing, sales promotion, public relation, personal selling, advertising, dan event atau sponsorship dalam meraih konsumen.
3 Kirana Prima Rahardi 2017 Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Aktivitas Komunikasi Pemasaran Terpadu Kafe Gulo Jawa di Kota Solo) Menunjukkan hasil bahwa dalam aktivitas pemasarannya Kafe Gulo Jowo memuat pesan melalui tagline “Mengenali Kembali Jati Diri” yang kemudian dikomunikasikan melalui saluran IMC yakni advertising, personal selling, sales promotion dan public relation.
4 Arina Muntazah 2020 Integrated Marketing Communication Strategy pada Lembaga Zakat DPU Daarut Tauhid Menunjukkan bahwa Lembaga Zakat DPU Daarut Tauhid menggunakan IMC sebagai strategi untuk mendapatkan penggalangan dana kemanusiaan dengan memanfaatkan iklan dari beberapa mitra kerjanya, kemudian melakukan penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relations), pemasaran langsung (direct marketing) dan interactive marketing.
Penelitian-penelitian tersebut mendeskripsikan hasil mengenai strategi komunikasi pemasaran terpadu yang bekaitan dengan suatu layanan, produk, dan aktivitas pemasaran perusahaan. Sedangkan dalam penelitian ini ingin mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan atau diimplementasikan oleh perusahaan Depo Jaya Bangunan  dalam menjalankan aktivitas penjualannya.
2.6. Kerangka Berpikir
Penelitian ini merumuskan objek penelitian di Depo Jaya Bangunan dengan melihatnya senbagai perusahaan yang menerapkan sistem pemasaran pertama di Lombok dan harus bersaing dengan perusahaan pada bidang sejenis yang baru bermunculan. Sehingga timbul rasa keingintahuan terhadap bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Depo Jaya Bangunan dalam memasarkan produk-produknya kepada masyarakat? ditengah persaingan yang ketat.
Strategi komunikasi pemasaran dalam penelitian ini menitibratkan pada elemen komunikasi pemasaran yang disebutkan oleh Morissan (2010). Elemen komunikasi pemasaran tersebut diantaranya iklan (advertising), penjulan langsung (direct marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), promosi penjualan Hubungan masyarakat, dan penjuakan personal (personal sellinf). Penelitian ini ingin mengetahui dan memahami bagaimana Depo Jaya Bangunan mengemas pesan (unsur komunikasi) dalam setiap elemen yang terdapat pada komunikasi pemasaran dan bagaimana efek atau dampak yang diberikan oleh khalayak atau konsumen. Kemudian dalam penelitian ini juga ingin mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi oleh Depo Jaya Bangunan dalam menyampaikan pesan melalui elemen komunikasi pemasaran tersebut kepada khalayak atau konsumen.






Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat dijabarkan dalam skema berikut:
 
Gambar 2.2. Skema Kerangka Berpikir
2.7. Definisi Operasional
Definisi operasional ialah unsur yang penting dalam penelitian karena dengan definisi operasional peneliti dapat menentukan batasan terhadap definisi-definisi yang digunakan dalam penelitan. Untuk itu berikut definisi operasional dalam penelitian ini:
1. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari individu ke individu lain, individu ke kelompok, kelompok ke kelompok atau masyarakat.
2. Strategi adalah suatu cara atau teknik-teknik yang dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi dan lain sebagainya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Strategi komunikasi adalah suatu cara atau upaya dalam menyampaikan pesan kepada khalayak untuk mencapai tujuan tertentu.
4. Komunikasi pesmasaran adalah suatu aktivitas dalam pemasaran yang menjadikan komunikasi sebagai kunci utama dalam memasarkan suatu produk berupa barang atau jasa dengan tujuan untuk mencapai keuntungan bagi perusahaan.
5. Strategi Komunikasi Pemasaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam menjalankan aktivitas pemasarannya untuk dapat mempengaruhi khalayak sehingga terjadi proses pembelian.
6. Komunikasi pemasaran terpadu adalah suatu integrasi atau kombinasi dari seluruh atau sebagian elemen dalam komunikasi pemasaran, yang meliputi media periklanan (advertising), pemasaran langsung (direct marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), promosi penjualan, hubungan masyarakat (humas), dan penjualan personal (personal selling).
7. Depo Jaya Bangunan adalah salah satu perusahaan toko bahan bangunan dengan sistem pemasaran supermarket pertama di Lombok.
8. Media Periklanan (advertising) adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang digunakan oleh perusahaan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas melalui media, baik media konvensional seperti koran, majalah, radio dll maupun media modern seperti internet.
9. Pemasaran Langsung (direct marketing) adalah bentuk komunikasi langsung perusahaan dalam menjalankan aktivitas pemasarannya kepada khalayak sebagai target sasarannya guna mendapatkan respon langsung. Adapun beberapa cara yang ditempuh untuk melakukan interaksi ialah dengan mengirim katalog, fax mail, email dan lain-lain.
10. Pemasaran Interaktif (interactive marketing) adalah aktivitas pemasaran yang menjadikan internet sebagai fasilitas utamanya, dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan seperti website dan media sosial.
11. Promosi Penjualan adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam waktu jangka pendek seperti mengadakan diskon, hadiah, doorprize, dan sebagainya guna mendorong terjadinya pemebelian terhadap suatu produk atau jasa dari perusahaan.
12. Hubungan Masyarakat adalah aktivitas marketing yang membentuk hubungan baik dengan publik guna membangun citra yang positif bagi perusahaan, juga dalam menangani isu-isu yang berkembang di masyarakat yang dapat merusak reputasi perusahaan, dan melakukan publikasi di media massa atau online. Outputnya dapat berupa press kit, lobbying, sponsorship, event, dan lain-lain.
13. Penjulan Personal adalah interaksi langsung yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam memasarkan produknya kepada satu atau lebih pelanggan dengan melakukan beberapa cara seperti, presentasi penjualan, pameran dagang, program insentif, dan lain sebagainya.
14. Kendala adalah suatu hambatan atau gangguan yang dihadapi oleh Depo Jaya Bangunan Lombok dalam menjalankan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan.
15. Khalayak/konsumen adalah masyarakat yang dijadikan sebagai target pasar oleh perusahaan atau pelaku usaha.

III. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif adalah satu metode yang meneliti suatu karakteristik suatu kelompok masyarakat, kelompok atau individu tertentu yang dijadikan sebagai objek penelitian, yang memiliki tujuan untuk mengetahui atau menelaah karakteristik, distribusi, umur, tingkat penghasilan rata-rata jumlah anggota keluarga, urbanisasi, gaya hidup, minat hingga kebutuhan lainnya untuk dijadikan sebagai pedoman penelitian tertentu (Ruslan, 2010:12). Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menggambarkan atau melukiskan secara sistematis hubungan antara fenomena yang diteliti (Nazir, 2011:52). Menurut Sugiyono dalam bukunya (2015:15) menerangkan penelitian dengan pendekatan kualitatif adalah penelitian yang berasaskan pada filsafat postpositivisme, diimplementasikan pada penelitian yang meneliti suatu objek alamiah (berlawanan dengan eksperimen), instrument inti pada penelitian ini ialah peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna bukan pada generalisasi.
3.2. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Perusahaan Depo Jaya Bangunan Lombok yang berlokasi di Jalan Brawijaya No. 112 Sweta, Mataram, NTB. Alasan memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat penelitian karena melihatnya sebagai perusahaan dengan sistem pemasaran supermarket pertama di Lombok, memiliki banyak pesaing baru yang mulai bermunculan dan juga menawarkan konsep yang sama, sehingga tentu akan semakin memperketat persaingan. .
3.3. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan terhitung dari Februari – Juni 2021. Waktu tersebut diperkirakan cukup untuk menyelesaikan penelitian.
3.4. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah perusahaan Depo Jaya Bangunan dalam menjalankan aktivitas penjualan produknya. 
3.5. Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas penjualan produknya.
3.6. Penentuan Informan
Informan adalah orang yang memberikan informasi mengenai situasi dan kondisi yang berkaitan dnegan penelitian. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang merupakan teknik penentuan informan atau narasumber yang berlandaskan pada tujuan tertentu sesuai dengan tema penelitian, karena orang tersebut dianggap memiliki informasi yang relevan bagi penelitian. Kriteria narasumber atau informan dalam penelitian ini ialah pertama, mereka yang memiliki informasi yang dibutuhkan. Kedua, mereka yang memiliki kemampuan untuk menceritakan pengalamannya atau memberikan informasi yang dibutuhkan. Ketiga, mereka yang benar-benar terlibat dengan gejala, peristiwa, masalah atau dengan kata lain mereka yang mengalaminya secara langsung. Keempat, bersedia untuk diwawancarai. Kelima, mereka tidak berada dibawah tekanan, melainkan penuh kerelaan dan ketersediaan terlibat dalam penelitian ini. Untuk jumlah informan atau narasumber tidak dibatasi, namun jumlahnya tidak sebanyak dengan metode penelitian kuantitatif, yang terpenting dalam penelitian ini ialah kredibilitas dan kekayaan informasi (information rich) yang diberikan oleh informan atau narasumber (Raco, 2010:110).
Adapun informan dalam penelitian ini ialah pimpinan dan karyawan di Depo Jaya Bangunan serta beberapa konsumen sebagai perwakilan dari khalayak. Subjek penelitian dan sumber data penelitian didasarkan pada kriteria dalam menentukan informan. Alasan informan tersebut dipilih karena dianggap paling mengetahui tentang informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. informan utama dalam penelitian ini ialah, sebagai berikut:
1. Supervisor Tim Marketing Depo Jaya Bangunan, dipilih sebagai informan karena dianggap bertanggung jawab dalam menentukan strategi penjualan yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan, sehingga menjadi informan kunci/utama dalam penelitian ini.
2. Tim atau divisi Marketing Depo Jaya Bangunan, dipilih sebagai informan karena dianggap sebagai divisi yang paling relevan bagi peneliti dalam menggali informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, sehingga menjadi informan ke-2 dalam proses wawancara.
Informan pendukung dalam penelitian ini adalah pengunjung (customer) Depo Jaya Bangunan yakni 5 orang untuk mengetahui capaian keberhasilan Depo Jaya Bangunan dalam menjalankan strategi komunikasi pemasarannya.
3.7. Sumber Data
Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu data primer (primary data) dan data sekunder (secondary data).
3.7.1. Data Primer (Primary Data)
Menurut Rosady Ruslan (2010:138) data primer adalah data yang dihimpun secara langsung dari sumber pertama dan diolah sendiri oleh pihak yang bersangkutan untuk dimanfaatkan. Data primer dapat berbentuk opini subjek secara individu maupun kelompok (wawancara), dan hasil observasi terhadap karakteristik benda (fisik), kejadian, kegiatan dan hasil suatu pengujian tertentu. Adapun dua metode yang dapat diterapkan dalam pengumpulan data primer ialah survei dan observasi. Untuk mengumpulkan data primer peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi.
3.7.2. Data Sekunder (Secondary Data)
Data sekunder adalah suatu data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara (dihasilkan dari pihak kedua) atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengolahnya, namun dimanfaatkan dalam penelitian tertentu. Secara umum data sekunder dapat berupa catatan atau laporan data dokumentasi yang telah diolah lebih lanjut sehingga hasilnya dapat berbentuk majalah, buku, tabel, foto, video dan lain-lain (Ruslan, 2010:138). Sehingga peneliti menjadikan data sekunder sebagai data tambahan untuk mendukung data primer.
3.8. Fokus Penelitian
Fokus penelitian untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran pada Depo Jaya Bangunan adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi atau menemukan peran-peran dalam unsur komunikasi (siapa komunikator, bagaimana pengemasan pesan, media apa yang digunakan, kepada siapa, dan efek seperti apa yang diharapkan) dalam kaitannya dengan aktivitas pemasaran di Depo Jaya Bangunan.
- Komunikator : mengidentifikasi siapa yang menyampaikan pesan 
- Pesan : bagaimana format pesan yang dirumuskan oleh Depo Jaya Bangunan
- Media : melalui apa pesan disebarluaskan, apakah melalui media sendiri, media orang lain atau biro periklanan
- Komunikan : kepada siapa pesan disampaikan, pesan dapat ditujukan kepada masyarakat umum, komunitas, database email dan lain sebagainya
- Efek : efek apa yang diharapkan oleh Depo Jaya Bangunan Lombok, efek dapat berupa terjadinya proses pembelian, ulasan di media sosial, dan lain-lain.
2. Mengetahui lebih lanjut tentang strategi penggunaan media komunikasi pemasaran yang terpadu untuk meningkatkan penjualan. Indikatornya adalah 6 (enam) elemen komunikasi pemasaran, yaitu media periklanan (advertising), Pemasaran Langsung, pemasaran interaktif, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan personal.
Lebih lanjut dibahas mengenai elemen dalam komunikasi pemasaran menurut Morissan (2010) adalah, sebagai berikut:
1. Media Iklan (Advertising)
Media iklan mengidentifikasi komunikator, pesan, media, komunikan dan efek dari aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan Lombok. Contohnya, siapa yang membuat pesan di media periklanan, bagaimana format pesannya, media apa yang dipilih beserta alasannya, siapa pihak yang menjadi target sasarannya, dan efek apa yang diharapkan beserta bagaimana cara mengukurnya.
2. Pemasaran Langsung
Pemasaran Langsung, mengidentifikasi komunikator, pesan, media, komunikan dan efek dari Pemasaran Langsung yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan, Contohnya siapa yang menawarkan barang langsung ke konsumen bagaimana cara menyampaikan pesan penjualan, serta apakah ada brifing untuk hal tersebut, media apa yang digunakan untuk berjualan, khalayak seperti apa saja yang bisa menjadi target atau tujuan Pemasaran Langsung, dan efek seperti apa yang diharapkan.
3. Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing)
Pemasaran interaktif dapat berupa desain audio visual dan melakukan aktivitas pemasaran melalui media digital seperti website. Dalam pemasaran interaktif mengidentifikasi komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek dari pemasaran interaktif yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan. Contohnya siapa yang menjalankan tugas untuk memasarkan produk atau barang secara interaktif, bagaimana format pesan yang dirumuskan dalam pemasaran tersebut, media apa yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam pemasaran ini, siapa yang menjadi target sasarannya, dan efek apa yang diharapkan oleh Depo Jaya Bangunan.
4. Promosi Penjualan
Salah satu contoh promosi penjualan ialah diskon. Selain itu juga dapat berupa promosi secara berkala, promosi di hari besar atau di hari-hari tertentu. Dalam promosi penjualan mengidentifikasi mengenai siapa yang menjadi komunikator dalam menyampaikan pesan terkait dengan promosi penjualan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan, bagaimana pengemasan pesan dilakukan, media apa yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi terkait promosi penjualan yang dilakukan, siapa saja target sasaran yang ditentukan oleh Depo Jaya Bangunan untuk promosi penjualan, dan efek seperti apa yang diharapkan atas promosi penjualan yang dilakukan.
5. Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat (humas) atau public relation. Dalam elemen dapat berupa tulisan kehumasan yang dibuat oleh Depo Jaya Bangunan. Tulisan kehumasan misalnya katalog, advertorial, dan sebagainya. Kemudian juga dapat berupa upaya untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan publik eksternal seperti masyarakat, organisasi, komunitas dan lain-lain. Pada bagian ini, akan mengidentifikasi terkait siapa yang menyajikan tulisan atau informasi atau yang ditunjuk untuk menjalin hubungan dengan publik eksternal, bagaimana format atau perumusan pesan atau penyajian pesan yang dilakukan, melalui media apa informasi atau pesan disampaikan, dan efek apa yang diharapkan perusahaan.
6. Penjualan Personal (personal selling)
Penjualan personal (personal selling) dapat berupa proses penjualan yang dilakukan dengan tatap muka, anata penjual dan pembeli sehingga penjual dapat langsung menjalin interaksi dan mengetahui respon dari calon pelanggannya. Dalam elemen komunikasi pemasaran ini akan mengidentifikasi, siapa yang ditugaskan oleh Depo Jaya Bangunan untuk melakukan aktivitas penjualan personal (SPG, Pramuniaga), bagaimana pesan yang disampaikan kepada calon konsumen, apakah dilakukan brifing terlebih dahulu, media seperti apa yang digunakan dalam menyampaikan pesannya selain verbal seperti apakah dengan menggunakan alat peraga dan lain sebagainya, siapa target sasaran pada penjualan personal ini, dan efek seperti apa yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan aktivitas dalam penjualan personal tersebut.

3.9. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian merupakan tahapan yang utama, karena memiliki tujuan penting dalam penelitian yakni untuk memperoleh data. Menurut Sugiyono (2015:17) teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Untuk lebih jelas penjelasan ketiga teknik pengumpulan data tersebut sebagai berikut:
3.9.1. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan atau observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung oleh peneliti untuk mendapatkan data-data berdasarkan situasi atau kondisi tertentu dengan maksud penelitian (Machmud, 2016:64). Teknik observasi membuat peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas-aktivitas Depo Jaya Bangunan yang berkaitan dengan bagaimana penerapan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas penjualan produknya. 
3.9.2. Interview (Wawancara)
Interview atau wawancara merupakan suatu percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan kepada terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan (Moloeng, 2013:156). Terkait hal ini peneliti akan melakukan wawancara mendalam dengan pimpinan Depo Jaya Bangunan untuk mendapatkan penjelasan tentang bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas penjualan produknya.
3.9.3. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2014:82) mendefinisikan dokumentasi sebagai suatu catatan peristiwa yang sudah berlalu, bentuknya dapat berupa tulisan, gambar atau karya-karya dari seseorang. Dokumentasi berbentuk tulisan seperti catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan dan lain-lain. Dokumentasi yang berbentuk gambar dapat berupa foto, video, sketsa dan sebagainya. Kemudian dokumentasi dalam bentu karya seni dapat berupa lukisan, patung dan lain-lain.
Unsur dari dokumentasi menjadi suatu pelengkap dari metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Sehingga penelitian dapat dipercaya apabila di dukung dengan adanya dokumentasi. Foto dan video dapat menjadi sumber data sekunder untuk dijadikan sebagai pendukung dalam mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran terpadu Depo Jaya Bangunan dalam melakukan aktivitas penjualan produknya.
3.10. Teknik Analisis Data
Berikut ini merupakan bagan analisis data menurut model Miles dan Huberman dalam buku Sugiyono (2014:92):
 
Gambar 3.1. Bagan analisis data 
Adapun dalam penelitian ini peneliti akan menerangkan proses analisis data sesuai dengan bagan di atas, diantaranya:
1. Reduksi Data
Reduksi data kaitannya dengan penelitian ini ialah dalam menghimpun data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang berhubungan dengan bagaimana strategi komunikasi pemasaran Depo Jaya Bangunan dalam melakukan penjualan produknya. Dari data yang diperoleh peneliti nantinya akan mengolah, memilih data sebagai bahan analisis terhadap fokus penelitian.
2. Penyajian Data
Penyajian data, proses selanjutnya setelah data direduksi peneliti akan menyajikan data yang berkaitan dengan fokus penelitian yang selanjutnya akan dianalisis dengan kajian pustaka atau landasan dari teori-teori yang relevan dengan penelitian ini.
3. Kesimpulan/Verifikasi
Kesimpulan/Verifikasi menjadi tahap ketiga dalam melakukan analisis, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan mengenai bagaimana strategi komunikasi pemasaran terpadu Depo Jaya Bangunan dalam memasarkan atau melakukan penjualan produknya.
3.11. Keabsahan Data
Penelitian kualitatif harus menyajikan suatu kebenaran yang bersifat objektif. Oleh karena itu, keabsahan data dalam penelitian kualitatif sangatlah penting. Melalui keabsahan data kredibilitas (kepercayaan) terhadap penelitian kualitatif dapat tercapai. Untuk mendapatkan keabsahan data, peneltian ini menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan atau pengecekan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data yang diperoleh untuk keperluan pengecekan atau dijadikan sebagai pembanding terhadap data yang telah didapatkan (Moleong, 2007:330).
Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan triangulasi dengan sumber. Menurut Patton, triangulasi dengan sumber yang berarti membandingkan dengan mengecek balik derajat kepercayaan dari suatu informasi yang telah diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Moleong, 2007:330). Triangulasi dengan sumber dapat ditempuh dengan cara: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi; (3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu (4) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang-orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan; (5) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (Moleong, 2007:331). Dalam penelitian ini, menggunakan triangulasi dengan sumber untuk memeriksa atau mengecek kredibilitas informasi yang telah diperoleh dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara atau juga dengan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian
4.1.1. Profil  Depo Jaya Bangunan
Depo Jaya Bangunan didirikan pada 7 Agustus 2009 sebagai produk atau keluaran dari perusahaan PT. Bale Citra Lestari. Perusahaan tersebut memiliki gagasan untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dalam membangun rumah. Gagasan tersebut muncul karena pada saat itu masyarakat dilihat kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan dalam membangun rumah. Masyarakat sulit mendapatkan bahan yang lengkap dalam satu toko, sehingga mengharuskan masyarakat mencari toko bangunan lain untuk mendapatkan bahan bangunan yang dibutuhkan. Melihat permasalahan tersebut, maka perusahaan PT. Bale Citra Lestari menghadirkan Depo Jaya Bangunan sebagai perusahaan retail yang bergerak pada bidang bahan bangunan dengan berskala supermarket untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dalam membangun rumah, mulai dari pondasi dasar hingga ke bagian atap rumah. Selain itu juga hadirnya perusahaan ini menawarkan solusi terhadap permasalahan konsumen dalam memilih produk yang tepat untuk rumah impiannya. Kehadiran Depo Jaya Bangunan sebagai supermarket bahan bangunan rumah satu atap tersebut menjadi yang pertama kali di Lombok.
Depo Jaya Bangunan dipimpin oleh Roni Anggada sebagai Direktur Utama dari tahun 2009 sampai dengan saat ini. Dari awal berdirinya Depo Jaya Bangunan berusaha untuk memperkenalkan kehadirannya di tengah masyarakat, diawali dengan pimpinannya yang berinisiatif untuk membangun studio Futsal di lantai 4 supermarket bahan bangunan tersebut. Ia kemudian mengajak teman-temannya untuk bermain futsal sembari ia mengajak dan mempromosikan Depo Jaya Bangunan. Meminta karyawannya bersiap untuk menyebarkan brosur saat itu kepada setiap pemain futsal. Kemudian hal tersebut terus berjalan bahkan semakin ramai dikunjungi hingga diadakan suatu turnamen futsal yang diadakan sebagai event. Pada event tersebut tentu Depo Jaya Bangunan tidak melewatkan kesempatan itu untuk melakukan promosi. Hingga pada akhirnya event tersebut membuahkan hasil, banyak dari peserta yang pernah bermain futsal datang dan berbelanja di Depo Jaya Bangunan. 
Selain itu, perusahaan juga membentuk strategi dengan menempuh berbagai cara untuk mendatangkan konsumen ke toko. Cara yang ditempuh perusahaan mulai dari beriklan dengan memasang baliho, beriklan di radio, koran, menciptakan pelayanan yang baik, hingga dengan membentuk suatu promosi-promosi yang dapat menarik konsumen. Perusahaan retail bahan bangunan yang berlokasi di Jalan Brawijaya No. 112 Sweta, Mataram, NTB ini memiliki beberapa divisi atau kategori untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam membangun rumah, diantaranya Flooring and Wall (lantai dan dinding), Air Sanitari, Listrik, Paint (cat), Perabotan Rumah Tangga, dan Tools (Perkakas). Adapun perusahaan yang bekerjasama dan menjadi supplier barang untuk Depo Jaya Bangunan ialah Dummont, Niro Granite, Paloma, Indah Lighting, Jotun dan lain sebagainya. Sampai dengan saat ini perusahaan terus meningkatkan kualitas baik dari segi pelayanan maupun produknya. Dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan telah mampu membawa perusahaan mencapai lebih dari 6.000 member dan menjadi pelanggan setia yang menemani proses berkembangnya perusahaan.
4.1.2. Visi dan Misi Depo Jaya Bangunan
a. Visi
- Menjadi supermarket bahan bangunan terbaik di Nusa Tenggara Barat.
b. Misi
- Menyediakan bahan bangunan berkeualitas dengan harga terjangkau.
- Membantu pembangunan di Nusa Tenggara Barat dengan bahan bangunan yang disediakan.
- Menyediakan pelayanan berkualitas kepada customer.
- Mempekerjakan karyawan-karyawan yang ahli dalam bidangnya masng-masing untuk menunjang kinerja perusahaan maupun kepuasan customer.



c. Logo
 
Gambar 4.1. Logo Depo Jaya Bangunan
Sumber Gambar: Situs Resmi Depo Jaya Bangunan
d. Struktur Organisasi
 
Gambar 4.2. Struktur Organisasi Depo Jaya Bangunan

4.1.3. Market Share (Pangsa Pasar) Depo Jaya Bangunan
Setiap perusahaan atau pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tentu telah menentukan target atau pangsa pasar dari usaha yang dijalankannya. Seperti halnya Depo Jaya Bangunan yang merupakan perusahaan retail bahan bangunan yang menggunakan sistem pemasaran supermarket pertama di Lombok, tentu juga memiliki pangsa pasar sendiri dalam memasarkan produk-produk yang dijualnya. Market share atau pangsa pasar yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan meliputi masyarakat umum Mataram Lombok dan juga developer, dalam hal ini developer Depo Jaya Bangunan meliputi beberapa perusahaan seperti Salfa Property, Mahkota Cipta Indonesia, dan Parindo, serta lain sebagainya. Sedangkan untuk pangsa pasar seperti toko-toko seperti UD, dan lain-lain yang menawarkan bahan bangunan akan segera dijangkau oleh Depo Jaya Bangunan, karena sampai dengan saat ini  yang mendistribusikan barang ke toko-toko tersebut ialah PT. Bale Citra Lestari, yang merupakan perusahaan yang membentuk Depo Jaya Bangunan ini.
Dalam memasarkan produknya ke masyarakat menjadi tugas Tim Marketing Depo Jaya Bangunan, berbeda dengan yang menawarkan atau memasarkan produk ke perusahaan-perusahaan dilakukan oleh bagian be to be atau manajemen dari Depo Jaya Bangunan. Sejauh ini, penghasilan atau pendapatan terbesar Depo Jaya Bangunan berasal dari kalangan masyarakat yakni sebesar 70%, sedangkan 10% – 30% penghasilan diperoleh dari developer. Hal ini sejalan dengan yang diucapkan oleh Staf Marketing Depo Jaya Bangunan yakni Kandu Priyanto Wibowo yang mengungkapkan bahwa:
“Untuk pendapatan ya kira-kira dari developer itu sekitar 10% – 30% ya, karena pendapatan kita gak menentu juga ya, jadi sekitar itulah. Jadi 70% nya berasal dari masyarakat, karena kalau kita lihat kan masyarakat lebih banyak dari pada developer. Dan masyarakat pasti mengiinginkan rumah kan ketika mereka telah memiliki uang yang cukup, pasti uang mereka dialihkan kesana” (Wawancara, Juni 2021).
Strategi pemasarannya juga tentu berbeda, semisal dalam aktivitas marketing Depo Jaya Bangunan seperti promosi penjualan contohnya, promosi yang diberikan kepada customer tentu berbeda dengan yang diberikan kepada developer. Jadi depeloper diberikan promosi khusus tergantung dari kesepakatan yang telah dibuat dengan bagian manajemen. Sehingga biasanya dalam hubungan Depo Jaya Bangunan dengan developer menjalin hubungan Business to Business (B2B). Sehingga umumnya harga barang bisa lebih rendah diberikan kepada developer, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga developer diberikan harga yang tinggi.
4.2. Gambaran Umum Informan
1. Informan Utama
1. Arie Asghar Azizi, merupakan Supervisor pada bidang marketing Depo Jaya Bangunan yang bertanggungjawab dalam segala aktivitas marketing yang dijalankan oleh bidang tersebut. Pria yang akrab dipanggil dengan Azizi itu mulai meniti karirnya dengan menggeluti bidang Event Organizer karena sesuai dengan latar belakangnya sebagai orang multimedia. Ia pernah bergabung dengan beberapa Event Organizer seperti Mata Angin, Circle Event Organizer, dan Harmony Event Organizer. Kemudian ia melanjutkan karirnya dengan melihat peluang untuk bergabung dengan Depo Jaya Bangunan pada akhir 2015 sebagai Design Grafis IT. Namun semenjak adanya perubahan pada struktur organisasi Depo Jaya Bangunan yang membentuk tim marketing, posisinya berubah menjadi Supervisor Marketing hingga saat ini.
2. Kandu Priyanto Wibowo, SE., merupakan salah satu Staff di bidang marketing Depo Jaya Bangunan. Kandu mulai bergabung dengan Depo Jaya Bangunan sejak tahun 2017 dan menduduki posisi sebagai staff Human Resource Departement (HRD). Ia menduduki posisi tersebut selama 2 tahun. Setelah itu, di tahun 2020 akhir ia dipindahkan ke divisi marketing dan menjadi salah satu staf pada bidang tersebut sampai dengan saat ini. Kandu sendiri sebelum meniti karir, menempuh pendidikan Strata S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram dengan mengambil konsentrasi pada jurusan Manajemen dan Sumber Daya Manusia di tahun 2011, dan lulus pada tahun 2015.

2. Informan Pendukung
1. Husnayati, pengunjung atau pelanggan dari Depo Jaya Bangunan yang berasal dari Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Ia mengetahui Depo Jaya Bangunan dari Baliho yang terpasang di beberapa titik lokasi di Mataram dan telah berbelanja di Depo Jaya Bangunan sebanyak 3 kali untuk melengkapi beberapa kebutuhan rumahnya.
2. Fitri Yulita Valentina, merupakan pelanggan tetap dari Depo Jaya Bangunan yang berasal dari Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Ia bekerja sebagai Wiraswasta dan telah berbelanja di Depo Jaya Bangunan lebih dari 10 kali. Ia mengetahui Depo Jaya Bangunan dan segala informasinya melalui Baliho dan Sosial media resmi toko tersebut. Ia memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja karena harga produk terbilang murah, banyaknya promo, diskon, dan undian. Selain itu juga ia merasakan kenyamanan saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan.
3. Suriyadi Ilham, adalah seorang pekerja swasta yang berasal dari Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Ia mengetahui informasi mengenai Depo Jaya Bangunan melalui iklan-iklan yang terpasang di Baliho yang dilihat saat melintasi Kota Mataram. Sejauh ini, ia telah berbelanja di Depo Jaya Bangunan sebanyak 5 kali. Alasannya berbelanja di Depo Jaya Bangunan karena banyaknya promo dan diskon yang diadakan. Selain itu saat ia berbelanja ia mendapatkan kesan yang ramah dari pelayanan Sales atau karyawannya serta sangat responsif. 
4. Moh Rosi Sugandi Nur, merupakan seorang pekerja Swasta yang berasal dari Pengempel Indah, Bertais, Kota Mataram. Ia telah berbelanja di Depo Jaya Bangunan lebih dari 5 kali. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperolehnya melalui Baliho yang terpasang di beberapa titik di Kota Mataram. Ia memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja karena selalu adanya diskon. Pengalaman belanjanya di Depo Jaya Bangunan dirasakan lebih nyaman dibandingkan tempat lain.
5. Rizal Asril, adalah pelanggan yang berasal dari Jeranjang, Kota Mataram. Depo Jaya Bangunan ia ketahui dari orang tuanya. Ia telah berbelanja di Depo Jaya Bangunan sebanyak 5 kali. Alasannya berbelanja di Depo Jaya Bangunan karena produknya murah. Pengalaman berbelanjanya melihat produk-produk yang tersedia lengkap dan kualitasnya original.
Adapun Informan dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bentuk tabel 4.1. sebagai berikut:
Tabel 4.1. Daftar Informan
Informan
Utama
No. Nama Pendidikan Jabatan
1. Arie Asghar Azizi SMA Supervisor Marketing
2. Kandu Priyanto Wibowo, SE S1 Ekonomi Staf Marketing/Promotion
Pendukung
No. Nama Alamat Pekerjaan
1. Husnayati Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat PNS
2. Fitri Yulita Valentina Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah Wiraswasta
3. Suriyadi Ilham Labuapi, Kabupaten Lombok Barat Wiraswasta
4. Moh Rosi Sugandi Nur Pengempel Indah, Bertais, Kota Mataram Wiraswasta
5. Rizal Asril Jeranjang, Kota Mataram Wiraswasta

4.3. Strategi Komunikasi Pemasaran Depo Jaya Bangunan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan adalah melalui proses perencanaan, pelaksanaan secara strategis (manajemen strategis), dan evaluasi. Perlu dijelaskan disini bahwa penelitian ini menganalisis pada strategi komunikasi pemasaran retail (business to customer), sedangkan untuk business to business (B2B) juga dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan namun belum menjangkau terlalu jauh, karena hal tersebut dilakukan oleh perusahaan induknya. Depo Jaya Bangunan mengutamakan dan mengoptimalkan business to customer karena pendapatan terbesarnya berasal dari customer (masyarakat).
4.3.1. Perencanaan 
Perencanaan strategi pemasaran disusun pada rapat tahunan perusahaan oleh divisi marketing dan sponsor. Strategi pemasaran dibentuk berdasarkan hasil analisa situasi dan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Diperoleh informasi bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan adalah dukungan brand-brand produk yang ada di toko, untuk mendukung/mensponsori kegiatan strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang disusun diprogramkan untuk satu tahun. Pada strategi pemasaran inilah dianalisis strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan. 
Perencanaan strategi pemasaran Depo Jaya Bangunan menekankan pada pemilihan pesan yang menggunakan tagline toko, pesan ditujukan kepada target pasarnya dengan membentuk suatu brand. Brand menurut Kotler (2000) merupakan simbol, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Sebuah brand juga memberikan tanda atau petunjuk pada pelanggan mengenai sumber-sumber produk dan melindungi konsumen dari pesaing yang mencoba menyediakan produk yang terlihat identik. Brand erat kaitannya dengan suatu penilaian, tanggapan, opini, kepercayaan publik, asosiasi atau simbol-simbol tertentu terhadap bentuk pelayanan, nama perusahaan, dan merek suatu produk barang atau jasa dari pihak publik sebagai khalayak sasarannya. Depo Jaya Bangunan membentuk suatu branding melalui sebuah taglinenya “Depo Jaya Bangunan” pada baris atas, dan pada baris kedua : “Pusat Bahan Bangunan Pertama dan Terbesar di NTB” Tagline ini selalu muncul posisi bagian atas dari berbagai pesan pada media yang digunakan oleh Depo Jaya sebagai identitas/branding, seperti pada salah satu media berikut :
 
Gambar 4.3. Baliho/Billboard Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112 Sweta, Mataram
Tagline tersebut memberikan pesan bahwa Depo Jaya Bangunan merupakan pusat bahan bangunan pertama di NTB, hal ini menjadi yang paling utama disebutkan karena Depo Jaya Bangunan merupakan supermarket bahan bangunan pertama yang ada di NTB, sehingga Depo Jaya Bangunan ingin menanamkan pesan atau kesan kepada masyarakat bahwa menjadikan yang pertama di NTB sebagai pilihan untuk berbelanja dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan mereka. 
Menjadi yang pertama merupakan suatu keuntungan dari Depo Jaya Bangunan dalam mempertahankan pelanggan atau konsumen karena biasanya masyarakat sulit untuk berpaling dari pilihan yang pertama ketika telah merasa puas saat berbelanja pertama kali, atau ketika berbelanja pertama kali sudah merasa mendapatkan kesan yang baik, sehingga hal ini membuat konsumen tetap bertahan dan menjadikan Depo Jaya Bangunan sebagai pilihan tetapnya dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan atau rumah tangga. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Supervisor Marketing Depo Jaya Bangunan yakni Arie Asghar Azizi, yang menyatakan bahwa:
“Menjadi pusat bahan bangunan pertama di NTB itu sebuah keuntungan ya bagi Depo Jaya Bangunan, karena dulu itu kita memang satu-satunya di NTB, tapi sekarang udah ada kompetitor, jadi kita tetap harus ingetin kalau kita yang pertama, jadi kan karena pertama banyak dari pelanggan yang setia untuk belanja di Depo, jadi itu memotivasi kita untuk terus kasih pelayanan yang terbaik, ngadain promosi, event dan lain-lain untuk menghargai pelanggan juga” (Wawancara, Mei 2021).
Selain itu juga dilanjutkan dengan tagline “Paling Lengkap, Paling Nyaman, dan Paling Hemat”. Pesan tagline ini bertujuan untuk menanamkan informasi atau pesan dalam benak masyarakat untuk tetap mengingat Depo Jaya Bangunan sebagai toko paling lengkap, nyaman, dan barangnya murah namun kualitas tetap terjaga. Seperti pada foto di bawah ini yang dipasang di depan toko Depo Jaya Bangunan, sebagai berikut:
 
Gambar 4.4. Tagline Depo Jaya Bangunan yang berada di Depan Toko
Tagline ini selalu muncul menyertai berbagai pesan pada media (offline dan online) yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan sebagai identitas/branding untuk menanamkan pesan tersebut dalam benak khalayak, ketika mengingat toko yang lengkap, nyaman, dan murah yang muncul dalam ingatannya adalah Depo Jaya Bangunan.
4.3.2. Pelaksanaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya ialah menggunakan 5 dari 6 elemen komunikasi pemasaran dalam strategi komunikasi pemasaran terpadu menurut Morissan (2010), yakni Media Periklanan (Advertising), Pemasaran Langsung (Direct Marketing), Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing), Promosi Penjualan (Sales Promotion), dan Penjualan Personal (Personal Selling). Untuk elemen Hubungan Masyarakat (Humas/Public Relations) Depo Jaya Bangunan tidak memiliki divisi Humas dalam struktur organisasinya, namun untuk tugas dan fungsi Humas dalam aktivitas pemasarannya tetap dijalankan, tugas dan fungsi tersebut diemban oleh divisi Marketing Depo Jaya Bangunan. 

Adapun penjelasan mengenai 5 (lima) elemen komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh Depo Jaya Bangunan ialah sebagai berikut:
1. Media Periklanan (Advertising)
Berdasarkan hasil wawancara degan Supervisor Marketing Depo Jaya Bangunan Bapak Arie Asghar Azizi bahwa Depo Jaya Bangunan menyebarluaskan informasi dalam aktivitas pemasarannya dengan memanfaatkan media-media yang dimilikinya (media internal) secara optimal, sehingga dapat menekan biaya atau anggaran dalam aktivitas pemasarannya dalam beriklan. Namun Depo Jaya Bangunan juga tetap menggunakan media eksternal dalam aktivitas pemasarannya dengan melakukan kerjasama dengan beberapa media lokal di Lombok.
Adapun media yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya ialah, sebagai berikut:
a. Media Internal
Media internal merupakan suatu media yang dimiliki oleh perusahaan atau pelaku usaha yang dijadikan sebagai alat atau kendaraan untuk menyampaikan pesan atau informasi mengenai produk atau promosi dan lain-lain kepada masyarakat, tanpa harus mengeluarkan biaya atau anggaran untuk menyewa space pada biro iklan. Media yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan diantaranya, yaitu:
1. Billboard/Baliho, sebanyak 1 (satu) buah yang berada di depan toko
2. Papan Reklame/Petunjuk Jalan sebanyak 6 (enam) buah dipasang dibeberapa sudut jalan di kota Mataram
3. Media Online, terdiri dari:
a. Website dengan alamat depojayabangunan.com
b. Instagram dengan nama akun depojayabangunan
c. Facebook dengan nama akun Depo Jaya Bangunan
d. WhatsApp Business
4. Hanging Mobile, sebanyak 30 buah
5. Stand Hanging, sebanyak 10 buah
6. Roll Up Banner, sebanyak 3 buah
7. X Banner, sebanyak 2 buah
8. Perangkat Audio-Video, sebanyak 4 buah
Untuk media seperti Baliho, Spanduk dan Papan Petunjuk Jalan ditempatkan di ruang terbuka (outdoor) atau ruang publik yang digunakan untuk mengiklankan segala aktivitas pemasaran Depo Jaya Bangunan baik berupa iklan produk, promosi/diskon, event dan lain sebagainya. Hal tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat luas, khususnya masyarakat Mataram Lombok.
Adapun media internal yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan yang ditempatkan di dalam tokonya yaitu, Hanging Mobile, Stand Hanging, Roll Up Banner, X Banner dan Perangkat Audio-Video. Kelima media tersebut dimanfaatkan oleh Depo Jaya Bangunan dalam menginformasikan mengenai promosi-promosi, event, harga, dan lain sebagainya yang ditujukan kepada para pengunjung atau pelanggan Depo Jaya Bangunan yang langsung datang ke toko. Tentu penempatan dari setiap media tersebut memanfaatkan space-space yang kosong yang ada di toko sehingga tidak mengganggu pandangan konsumen saat memasuki toko. Dengan ditempatkannya media tersebut juga membentuk keindahan dan terlihat menarik karena adanya media tersebut menciptakan kesan yang meriah dan ramai saat melihat media tersebut menghiasi beberapa space di dalam toko.
Selain itu, Depo Jaya Bangunan juga memanfaatkan internet sebagai media yang mampu menyebarluaskan informasi kepada khalayak tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Untuk itu, Depo Jaya Bangunan membentuk media sosial berupa Facebook, Instagram, dan WhatsApp dengan tujuan agar segala aktivitas pemasaran baik itu berupa informasi produk, event, promosi atau diskon, dan lain sebagainya untuk disebarluaskan melalui akun media sosial yang telah dimiliki tersebut. Sehingga melalui media tersebut juga menjadi ajang untuk menunjukkan eksistensi Depo Jaya Bangunan dengan selalu mempublikasikan segala aktivitas yang dijalankan oleh toko. 
Memanfaatkan internet juga tidak hanya dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan untuk membuat media sosial, melainkan juga dimanfaatkan untuk membentuk suatu Website sehingga masyarakat dapat mengakses Depo Jaya Bangunan dari berbagai lini. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses Depo Jaya Bangunan melalui smartphone.
Berikut beberapa contoh dari penerapan media internal yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya:
1. Billboard/Baliho
Billboard/Baliho adalah salah satu media periklanan yang ditempatkan di luar ruangan. Hal yang menjadi pokok utama dalam penggunaan Billboard sebagai media periklanan ialah lokasi atau letak dari Billboard itu sendiri. Karena penempatan Billboard di ruang publik yang tidak strategis akan sia-sia karena tidak dapat menjangkau lebih banyak massa. Untuk itu, titik lokasi Billboard harus berada di tempat strategis dan menjadi ruang publik yang benar-benar banyak dilewati oleh masyarakat. 
Biasanya Billboard ditempatkan di depan rambu lalu lintas dan di persimpamgan jalan. Hal ini dikarenakan masyarakat akan berhenti saat lampu merah dan tentu pandangannya akan menuju ke arah sesuatu yang mencolok, seperti meluangkan waktu saat menunggu rambu lalu lintas dengan membaca informasi yang terpasang di Billboard tersebut. Maka dengan melihat potensi tersebut banyak perusahaan memasang iklan menggunakan media ini. Tentunya Depo Jaya Bangunan memanfaatkan media ini untuk menyebarluaskan informasi. Depo Jaya Bangunan memiliki 1 (satu) buah Baliho/Billboard sendiri yang terletak tepat di depan tokonya yang dimanfaatkan untuk beriklan. Selain memaksimalkan media yang dimilikinya ini Depo Jaya Bangunan juga menyewa Baliho milik Biro Iklan yang terletak di wilayah Pajang, Mataram, tentu ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Depo Jaya Bangunan memasang iklan pada Billboard yang berada tepat di depan tokonya yakni berada di jalan Brawijaya No. 112 Sweta, Mataram-Lombok. Memanfaatkan media Billboard yang dimilikinya tersebut, langsung berisikan informasi singkat tentang produk baru, produk yang promo atau yang sedang diskon, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan isi toko. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang lalu lalang memperoleh informasi cepat tanpa harus masuk ke toko terlebih dahulu. Iklan pada Billboard dipasang dengan ukuran font yang besar sehingga dari jarak sekitar kurang lebih 50 meter baliho sudah dapat terlihat dan tulisan di Billboard dapat terbaca dengan jelas pada jarak pandang 6 meter atau 20 kaki. Berikut contoh iklan yang muncul pada Billboard tersebut:
 
Gambar 4.5. Billboard Berisi Iklan Pasar Kaget dan Shop & Win Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112, Sweta, Mataram 
Pesan pada Billboard/baliho tersebut berisi tentang diskon yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan dengan mengangkat tajuk “Pasar Kaget”. Pemilihan kata “Kaget” pada baliho tersebut dimaksudkan untuk menerangkan bahwa Depo Jaya Bangunan mengadakan diskon besar-besaran yang dapat membuat pelanggan kaget atau terkejut karena besarnya diskon yang diberikan. Kemudian penulisan angka diskon lebih besar dari huruf lainnya, hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang melihatnya langsung menangkap pesan yang tercantum dalam baliho. Namun jika diperhatikan, pada gambar tesebut terdapat dua iklan yang dicantumkan. 
Pertama Informasi mengenai “Pasar Kaget”, kemudian informasi mengenai “Shop & Win”. Hal ini membuat iklan tersebut terlihat ramai sehingga membuat orang yang melihat tidak bisa membaca keseluruhan informasi yang tercantum didalamnya. Masyarakat sebagai khalayak membutuhkan banyak waktu untuk membaca informasi dalam iklan, terlebih Billboard tidak berada di persimpangan jalan atau di dekat rambu lalu lintas, yang berakibat tidak semua informasi bisa diserap oleh khalayak, maka sebaiknya Depo Jaya Bangunan dapat memasang satu buah iklan dalam Billboard agar khalayak sebagai pembaca dapat menyerap semua informasi yang dipasang pada Billboard tersebut. 
Dari segi design, Billboard tersebut memiliki tulisan yang dapat dibaca dengan jelas, font yang digunakan juga berukuran besar sehingga dari jarak sekitar 50 meter tulisan pada media iklan tersebut masih bisa dilihat dengan jelas. Penggunaan warna merah dan kuning yang mendominasi iklan tersebut membuatnya terlihat mencolok sehingga berpotensi membuat arah pandang khalayak tertuju pada iklan tersebut. Kemudian pada malam hari juga iklan pada Billboard tetap bisa terbaca karena difasilitasi dengan lampu sorot diatasnya.
Billboard ini memiliki dua sisi, sehingga sisi satunya juga dimanfaatkan oleh Depo Jaya Bangunan untuk memasang iklan. Berikut iklan yang dipasang pada satu sisi lain Billboard:
 
Gambar 4.6. Iklan Jotun Sebagai Salah Satu Produk yang berhadiah di Depo Jaya Bangunan di Jalan Brawijaya No. 112, Sweta, Mataram
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa pada satu sisi lainnya di Billboard tersebut dimanfaatkan oleh Depo Jaya Bangunan untuk mengiklankan salah satu produk yang tersedia di tokonya yakni produk cat dengan merek Jotun. Produk tersebut sedang menjalankan promo untuk hari raya. Informasi pada Billboard tersebut sebagian besar dapat terbaca dengan jelas. Namun disebelah kanan terdapat sebuah tulisan yang berwana putih ditempatkan pada sisi yang berwarna hampir menyerupai tulisan tersebut sehingga sulit dibaca dengan jelas. Sisi pada Billboard ini juga difasilitasi dengan lampu sorot sehingga pada malam hari iklan dapat dilihat oleh masyarakat.
Penggunaan media periklanan Billboard/baliho yang digunakan Depo Jaya Bangunan untuk menyebarluaskan informasi mengenai program atau produk yang ditawarkan secara keseluruhan dapat dikatakan efektif dan berhasil, karena melihat banyaknya pelanggan Depo Jaya Bangunan yang mengetahui informasi mengenai produk atau promosi-promosi dan lain sebagainya melalui Billboard/baliho. Hal tersebut didukung oleh pernyataan salah satu pelanggan tetap Depo Jaya Bangunan yakni Suriyadi Ilham yang menyatakan bahwa:
“Saya tahu Depo Jaya Bangunan itu dari baliho-balihonya, karena setiap ke Mataram pasti liat balihonya terus, jadi informasi soal promo dan diskonnya tahunya dari baliho” (Wawancara, April 2021).
2. Papan Reklame/Pentunjuk Jalan
Papan Reklame merupakan media periklanan yang juga sering digunakan oleh perusahaan untuk mempublikasikan segala informasi yang dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Media luar ruangan ini merupakan media yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan yang berjumlah 6 (enam) buah, media ini juga digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktvitas pemasaran. Adapun iklan yang dipasang Depo Jaya Bangunan melalui Papan Reklame ialah, sebagai berikut:  
 
Gambar 4.7. Iklan Papan Reklame Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Undian Berhadiah
Pesan yang tercantum dalam papan reklame diatas menyampaikan bahwa Depo Jaya Bangunan mengadakan undian berhadiah dengan tajuk “Shop & Win” yang jika dalam bahasa Indonesia diartikan “Belanja & Menang”. Hal ini di tandai dengan adanya logo Depo Jaya Bangunan di bagian kiri atas yang menunjukkan bahwa pesan tersebut disampaikan oleh Depo Jaya Bangunan. Kemudian bersebelahan dengan logo tersebut terdapat kata “Shop & Win”. 
Penggunaan kata “Shop & Win” memiliki makna pesan mengajak masyarakat untuk belanja di Depo Jaya Bangunan dapat memenangkan hadiah. Dan kemudian ada kata “Menangkan Rumah dan Ratusan Hadiah Lainnya”, penulisan “Rumah” lebih besar dari kata yang lain sehingga menunjukkan bahwa yang ditonjolkan dalam iklan tersebut adalah hadiah yang akan didapatkan oleh masyarakat saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan. Kata “Rumah” ditulis menggunakan font berukuran besar juga karena merupakan hadiah utama dalam undian ini. Selain itu, pesan yang tertuang dalam papan reklame tersebut juga menggunakan simbol/gambar untuk menyampaikan hadiah-hadiah yang akan didapatkan. Terdapat pula angka “300 m” dan simbol panah ke arah kiri yang menunjukkan bahwa Depo Jaya Bangunan berjarak 300 meter dari jarak khalayak yang melihat iklan. 
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Depo Jaya Bangunan mendesign iklannya dengan sangat menarik. Hanya menggunakan sedikit tulisan dan diperbanyak oleh simbol atau gambar-gambar walaupun tidak diberikan penjelasan, khalayak dapat mengetahui makna pesan yang terkandung didalamnya dengan hanya melihat. Iklan tersebut tepat dipasang pada papan reklame yang terletak di Jalan TGH. Faesal tepat di depan rambu lalu lintas. Sehingga pengendara yang melintasi dan berhenti pada rambu lalu lintas di jalan tersebut dapat membaca seluruh pesan atau informasi pada iklan. Seluruh informasi atau pesan dapat terbaca dalam waktu kurang dari 60 detik saat rambu lalu lintas berwarna merah, hal ini dikarenakan semua informasi pada iklan tersebut dapat langsung dicerna dan dimengerti oleh pengendara yang berhenti dan melihat iklan tersebut. 
Iklan serupa juga diletakkan dibeberapa titik lokasi yakni di wilayah Rembiga, Dasan Cermen, Polsek Cakranegara, dan Pom Bensin Malomba. Penempatan iklan serupa dibeberapa titik lokasi tersebut dilakukan untuk menjangkau seluruh masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya. Informasi mengenai hal tersebut telah banyak diketahui oleh pelanggan Depo Jaya Bangunan karena sebelumnya telah melihat iklan tersebut di beberpa titik lokasi di kota Mataram. 
Adapun beberapa media lain yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan yang ditempatkan di dalam toko, ialah sebagai berikut:
1. Hanging Mobile
Hanging mobile merupakan salah satu media dalam ruangan yang sering digunakan oleh perusahaan untuk menghiasi tokonya dengan mencantumkan berbagai infomasi, baik itu tentang produk maupun tentang promosi-promosi penjualan. Biasanya media tersebut digunakan dengan cara digantung dan bentuknya dapat berupa 2 dimensi atau 3 dimensi. Depo Jaya Bangunan juga menarapkan hal tersebut dengan menggunakan hanging mobile sebagai media penyalur informasi kepada customer mengenai promosi-promosi penjualan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan. Berikut contoh hanging mobile yang ada di Depo Jaya Bangunan:
  
Gambar 4.8. Hanging Mobile Informasi Shop & Win dan Informasi Promo Produk
Pesan yang terkandung dalam Hanging Mobile di Depo Jaya Bangunan berisi tentang informasi mengenai undian berhadiah bertajuk “Shop & Win”. Dalam hanging mobile tersebut dibagian tengah paling atas terdapat logo Depo Jaya Bangunan yang menandakan bahwa undian berhadiah tersebut diadakan oleh Depo Jaya Bangunan. Kemudian terdapat kalimat “Belanja 1 Juta Rupiah Menangkan Grand Prize Senilai Ratusan Juta Rupiah”, pesan tersebut menyampaikan bahwa setiap konsumen yang belanja 1 Juta berkesempatan untuk memenangkan hadiah ratusan juta rupiah. 
Selain itu, informasi juga dilengkapi dengan simbol atau gambar berupa rumah, motor, voucher, smart tv, dan lain-lain. Pesan juga dilengkapi dengan jangka waktu berlakukanya program. Informasi/pesan yang terkandung dalam hanging mobile tersebut dapat dipahami oleh konsumen saat pertama kali membaca karena informasi didalamnya jelas dan tidak menggunakan istilah-istilah asing.
Penempatan atau peletakan hanging mobile di area kasir ditujukan kepada setiap customer yang baru memasuki toko dan hendak akan melakukan pembayaran di kasir, dengan memanfaatkan waktu menunggu atau antri para cusomer saat berada di area tersebut, tentunya saat customer berdiri di depan kasir pandangan customer akan tertuju ke arah hanging mobile dan akan membaca informasi yang tertuang di dalamnya. Peluang inilah yang dilihat oleh Depo Jaya Bangunan, dan dapat dimanfaatkan dengan tepat, sebisa mungkin mereka menerpakan informasi-informasi berupa promosi yang dapat menarik konsumennya dengan memanfaatkan celah yang ada dan berpotensi menjadi peluang yang besar. 
Hanging mobile serupa juga diletakkan menggantung di bagian dalam toko dan menghiasi setiap ruangan, sehingga saat customer melihat ke arah depan atas, yang posisinya sejajar dengan arah pandangan mata, maka akan disambut dengan hanging mobile tersebut.Hanging mobile juga dimanfaatkan oleh Depo Jaya Bangunan sebagai media penyampaian pesan yang berisi informasi mengenai produk, harga produk, promo produk, diskon produk, dan lain sebagainya. Hanging mobile dipasang menggantung diatas barang. Sehingga saat customer melihat barang maka dapat langsung mengetahui harga dari barang yang diinginkan, atau diskon/promo jika sedang ada diskon/promo untuk barang tersebut. Contohnya, hanging mobile yang ada pada barang lighting di Depo Jaya Bangunan.
2. Stand Hanging
Stand hanging merupakan media penyampaian pesan yang dapat berisi informasi tentang produk, harga, diskon atau promo yang sedang berlangsung, biasanya diletakkan tepat di depan barang, sehingga customer dapat langsung melihat informasi tersebut. Depo Jaya Bangunan juga menggunakan stand hanging dalam aktivitas pemasarannnya. Pada stand hanging terdapat informasi berupa harga barang, diskon barang dan promo dari barang tersebut. Stand hanging di Depo Jaya Bangunan dapat dilihat pada jenis barang Keramik dan Granit, cat Aquatite, Keycard Lock, dan lain sebagainya. Contoh stand hanging dapat dilihat pada lampiran 1.
3. Roll Up Banner
Roll up banner adalah media penyampaian pesan atau informasi yang bagian badannya dapat digulung. Media jenis ini tidak mudah terkena lipatan, atau tekukan sehingga tidak mudah rusak. Media penyampaian pesan jenis ini digunakan juga oleh Depo Jaya Bangunan. Adapun contoh roll up banner Depo Jaya Bangunan dapat dilihat pada lampiran 1.
Pesan yang muncul pada roll up banner tersebut ialah terdapat logo Depo Jaya Bangunan di pojok kiri atas yang menandakan bahwa Depo Jaya Bangunan sebagai komunikator atau yang menyampaikan pesan tersebut. Terdapat kalimat “Tidur Nyenyak, Bayar Mudah”. Kata “Tidur” mengandung pesan yang mengarah kepada produk yakni spring bad. Kemudian dilanjutkan dengan tidur anda akan nyenyak, saat membayar produk dengan mudah. Kemudian adanya kata “Diskon Up To 50% + 0% DP & Cicilan (Tanpa Kartu Kredit)” yang mengandung makna pesan bahwa ada diskon hingga 50% untuk produk spring bad dan juga 0% untuk DP dan cicilan tanpa kartu kredit. 
Pesan selanjutnya terdapat tulisan di pojok kanan atas yang menunjukkan periode waktu berlakunya diskon yakni 29 Mei 2021 di Lombok Epicentrum Mall untuk produk Comforta, Spring Air, dan Therapedic. Selain itu juga terdapat gambar/simbol Spring Bad dan lemari kecil yang menandakan produk yang di diskon. Terdapat juga narahubung untuk memperoleh informasi lebih lanjut dibagian paling bawah di pojok kanan dengan menuliskan untuk memfollow akun Instagram Depo Jaya Bangunan. 
Pesan tersebut dapat dibaca dengan jelas karena penulisan huruf dan angkanya besar-besar, walaupun ada beberapa yang ditulis dengan huruf kecil namun masih bisa terbaca dengan jelas. Pesan juga mudah dipahami karena semua informasi yang terkandung didalamnya tidak menggunakan istilah-istilah asing sehingga customer dapat dengan mudah mengetahui inti dari pesan tersebut. Kemudian seluruh informasi yang dibutuhkan oleh customer dalam roll up banner telah lengkap. 
Roll up banner diletekkan di depan kasir tepatnya disebalah kiri pintu masuk, yang mana informasi tersebut ditujukan kepada seluruh customer atau pengunjung Depo Jaya Bangunan. Untuk penempatan roll up banner telah tepat karena informasi tersebut dapat dilihat oleh customer langsung saat memasuki toko. Sehingga customer langsung terpapar oleh informasi yang ada pada roll up banner tersebut.
4. X Banner
Media dalam ruangan yakni X Banner kerap kali dimanfaatkan sebagai alat penyampaian pesan kepada khalayak. X Banner biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk/barang, harga, diskon, dan lain sebagainya. Adapun contoh X Banner yang digunakan dalam penyampaian informasi mengenai salah satu produk di Depo Jaya Bangunan dapat dilihat pada lampiran 2.
Pesan yang muncul pertama ada kata Lambond di pojok kanan atas yang memiliki makna bahwa informasi tersebut disampaikan oleh Lambond sebagai komunikator. Kemudian ada kalimat “Harga Paling Terjangkau, Lampu Led Berkualitas” yang bermakna bahwa produk lampu Led dari Lambond memiliki harga paling terjangkau dan lampu Led berkualitas. Terdapat kalimat “Garansi 2 Tahun” yang menyampaikan bahwa produk tersebut memiliki garansi 2 tahun. 
Kemudian dilanjutkan dengan adanya daftar ukuran lampu Led merek Lambond dengan daftar harga normal yang dicoretn dan harga diskon, yang menandakan bahwa produk lampu Led Lambond sedang mengadakan diskon karena customer dapat melihat perbandingan harga yakni harga normal dengan harga diskon. Seluruh informasi atau pesan yang tercantum dalam X Banner tersebut sangat mudah dipahami oleh customer karena penulisan huruf dan angkanya dapat dibaca dnegan jelas dan juga mudah untuk dipahami karena kalimat-kalimat yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia.
5. Perangkat Audio-Video
Perangkat audio-video sering digunakan oleh supermarket/toko di dalam ruangan untuk menyampaikan suatu informasi baik mengenai produk, promosi dan lain sebagainya kepada customer yang mengunjungi toko. Hal serupa dilakukan juga oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya. Depo Jaya Bangunan menggunakan perangkat audio-video untuk menyampaikan informasi mengenai produk, promosi dan lain sebagainya. Audio tersebut dikontrol oleh Customer Service. Perangkat yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan berupa speaker/pengeras suara yang telah diletakkan dibeberapa titik di dalam ruangan. Hal ini bertujuan agar suara dari perangkat tersebut dapat di dengar oleh customer dari berbagai penjuru dalam ruangan dan dapat di dengar jelas. 
Selain itu, Depo Jaya Bangunan selalu memutar audio yakni lagu/music yang sedang hits untuk menghibur customer saat berada di toko sehingga dapat mengurangi rasa bosan. Depo Jaya Bangunan memanfaatkan hal ini dengan mengambil celah bahwa setiap 3-5 kali pemutaran lagu, Depo Jaya Bangunan akan memutarkan audio/suara yang berisikan informasi atau pesan yang dapat dikatakan sebagai iklan. Informasi tersebut tentu seputar produk yang ditawarkan, promosi yang sedang berjalan dan lain sebagainya. Isi pesan dalam audio tersebut menggunakan suara perempuan. Cara penyampaian pesannya sangat menarik dan tepat karena dapat mengatur intonasi pada setiap kata yang diucapkannya. Untuk segi pelafalannya cukup jelas dan dapat ditangkap oleh customer yang mendengarkan sehingga tidak akan membuat telinga sakit/terganggu.
Kemudian media yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan ialah memanfaatkan Internet, yang saat ini gemar digunakan oleh perusahaan dalam menyebarluaskan informasi kepada publik. Adanya Internet banyak digunakan oleh perusahaan atau pelaku usaha untuk membentuk media sosial yakni Facebook, Instagram dan WhatsApp dan lain sebagainya. Seperti halnya Depo Jaya Bangunan, perusahaan retail berskala supermarket pertama yang menyediakan bahan bangunan di Mataram Lombok tersebut memiliki akun media sosial Facebook, Instagram, WhatsApp untuk menyebarluaskan informasi-informasi mengenai produk, promosi dan lain sebagainya. Semua aktivitas tersebut dapat digolongkan ke dalam aktivitas periklanan. Perusahaan memilih untuk menggunakan media sosial karena mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas serta menghemat biaya pengeluaran untuk beriklan. Setiap konten di media sosialnya dikemas oleh tim marketing, mulai dari design grafis, design pesan, dan caption untuk postingan.
 
Berikut tampilan untuk salah satu akun media sosial Depo Jaya Bangunan yakni Instagram:
 
Gambar 4.9. Aktivitas Pemasaran Depo Jaya Bangunan di akun Instagram
(Sumber Gambar: Tangkapan Layar Situs https://www.Instagram.com/depojayabangunan/?hl=id)
Dari tampilan gambar diatas dapat dilihat mulai dari profilnya menggunakan logo Depo Jaya Bangunan yang tentu sebagai penanda pemilik akun.  Pada bagian biografi menerangkan jam operasional toko, menyediakan kontak yang bisa dihubungi, link berbelanja secara online yang langsung diarahkan ke kontak WhatsApp dan menyertakan alamat toko dengan lengkap. Dengan dituangkannya hal tersebut dalam biografi, tentu akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi waktu toko mulai buka, lokasinya, dan dapat berbelanja secara online dengan disediakannya link BelanjaDariRumah. Kemudian berlanjut ke konten dalam postingannya yang berisi seputar informasi mengenai program yang dijalankan perusahaan. 
Sebagian besar konten berisi promosi penjualan, informasi produk, dan ucapan-ucapan terhadap perayaan di hari-hari tertentu serta informasi terkait perusahaan. Design dari setiap postingannya didominasi oleh warna merah, karena warna tersebut mencirikan identitas Depo Jaya Bangunan. Design dari setiap postingannya disusun dengan rapi, sehingga masyarakat yang mengunjungi akun tersebut dapat berlama-lama untuk melihat setiap postingannya.
Usai menjalankan strategi pemasaran dengan menggunakan media-media tersebut dalam aktivitas pemasarannya, tim marketing Depo Jaya Bangunan akan melakukan evaluasi kepada setiap timnya dimulai dengan setiap anggota melaporkan tugas yang telah dijalankannya dan memaparkan kendala atau hambatannya dalam pelaksanaan tugasnya tersebut. Kemudian dilakukan diskusi untuk mencari alternatif atau solusi dari kendala yang dihadapinya tersebut bersama-sama. Sehingga untuk kedepannya kendala yang dihadapi tersebut tidak menjadi hambatan lagi dalam proses pelaksanaan aktivitas pemasaran Depo Jaya Bangunan. Evaluasi biasanya dilakukan setiap minggu atau juga dapat dilakukan secara kondisional oleh tim marketing.
b. Media Eksternal
Media eksternal merupakan suatu media yang dimiliki oleh pihak luar (organisasi atau lembaga) yang dimanfaatkan oleh perusahaan atau pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas pemasarannya yang memerlukan suatu biaya atau anggaran dalam menggunakan media tersebut. Depo Jaya Bangunan juga menggunakan media eksternal yakni berupa radio dan surat kabar yang dimiliki oleh media lokal yang ada di Lombok, serta spanduk yang memanfaatkan jalan mmilik pemerintah. 
Depo Jaya Bangunan telah menjalin kerjasama dengan kedua media lokal tersebut sehingga saat ada suatu event atau promosi yang diadakan oleh Depo Jaya Bangunan, kedua media tersebut akan memuat dan menyiarkan informasi pada media mereka. Sedangkan untuk spanduk, tim dari Depo Jaya Bangunan akan memasang spanduk di jalan milik pemerintah setelah membuat surat izin dan membayar pajak kepada pemerintah. 


Berikut penjabaran mengenai iklan yang muncul pada media tersebut:
1. Surat Kabar
Surat kabar menjadi salah satu media periklanan yang dicetak dan dikategorikan sebagai media dalam ruangan. Surat kabar dipilih sebagai wadah untuk beriklan karena dapat menjangkau masyarakat yang cukup luas. Dengan menargetkan masyarakat yang masih banyak meluangkan waktu untuk membaca dan berlangganan surat kabar atau koran. Namun kini, surat kabar tidak hanya menyajikan berita atau informasi berisi iklan dalam bentuk cetak saja, melainkan juga tersedia dalam situs website yang dimiliki oleh surat kabar itu sendiri. Melihat peluang tersebut tentu membuat Depo Jaya Bangunan juga menggunakan media tersebut untuk beriklan. Kaitannya dengan hal ini perusahaan tersebut menggandeng media lokal yakni Suara NTB sebagai media penyedia iklan yang dimuat dalam koran dan situs websitenya. Adapun bentuk pemberitaan sekaligus berisi iklan yang dimuat dalam situs website Suara NTB, sebagai berikut:
 
Gambar 4.10. Pemberitaan Undian Berhadiah Depo Jaya Bangunan
(Sumber Gambar: Tangkapan Layar Situs https://www.suarantb.com/wow-belanja-di-depo-jaya-bangunan-bisa-dapat-rumah/)
Pesan yang terkandung dalam pemberitaan media tersebut dapat langsung dilihat pada judul berita “Wow Belanja di Depo Jaya Bangunan Bisa Dapat Rumah”. Dari kalimat tersebut memberikan kesan menghebohkan kepada khalayak/masyarakat yang membaca bahwa dengan hanya berbelanja di Depo Jaya Bangunan bisa mendapatkan sebuah rumah. Kemudian dengan langsung menampilkan foto/gambar yang berkaitan dengan judulnya. Dari foto/gambar tersebut pembaca dapat langsung mengetahui semua informasi yang tertuang didalamnya. Sehingga tidak perlu waktu lama untuk membaca isi dari berita itu. 
Dalam pemberitaan yang ditulis oleh Suara NTB tersebut menginformasikan terkait dengan bagaimana cara untuk mendapatkan hadiah di Depo Jaya Bangunan dengan mengutip pernyataan dari direktur perusahaan tersebut yakni Roni Anggada. Kemudian sebagai penutupnya diakhiri dengan menginformasikan bagi para pelanggan untuk melihat informasi secara detail tentang hal tersebut diarahkan untuk mengunjungi akun media sosial, kontak telepon dan WhatsApp Depo Jaya Bangunan. 
Keseluruhan informasi yang dimuat pada surat kabar tersebut sangat jelas dan mudah untuk dipahami oleh pembaca karena tidak ada istilah-istilah asing dalam pemberitaannya. Selain itu juga, penggunaan media cetak surat kabar maupun portal dari surat kabar tersebut dapat memuat gambar-gambar yang diharapkan dapat memikat pembaca (beda dengan baliho dan spanduk yang tidak dapat menampilkan berbagai macam gambar). Adapun target yang dituju dalam iklan melalui surat kabar ini ialah para pelanggan yang berlangganan koran Suara NTB dan seluruh masyarakat yang membaca berita di website Suara NTB.
2. Radio
Radio masih dimanfaatkan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya ialah dikarenakan melihat cukup besarnya masyarakat di Mataram-Lombok yang masih mendengarkan radio. Terlebih di daerah pedesaan seperti daerah Lombok Tengah dan Lombok Timur. Juga melihat pendapatan ekonomi di daerah tersebut yang terbilang cukup tinggi. Selain itu juga khalayak yang menjadi target sasarannya ialah para pengendara mobil yang relatif masih banyak mendengarkan radio saat berkendara. 
Pengemasan pesan yang dimuat dalam iklan dirumuskan oleh tim marketing Depo Jaya Bangunan yang kemudian disampaikan ke pihak radio yang telah bekerjasama dengan perusahaan yakni radio lokal CNL. Pesan yang diserahkan tersebut nantinya akan dibacakan oleh penyiar di sela-sela siarannya dengan melakukan improvisasi atau gaya komunikasi yang lebih menarik sehingga enak untuk di dengar oleh masyarakat. Adapun contoh pesan yang disampaikan dalam iklan di radio tersebut ialah perihal undian berhadiah yang diselenggarakan oleh Depo Jaya Banguan dengan tajuk Shop & Win. 
Penyiar menyampaikan informasi yang berkaitan dengan program tersebut yang dimulai dari menyapa para pendengar, mengajak masyarakat untuk berbelanja ke Depo Jaya Bangunan, menginformasikan bahwa Depo Jaya Bangunan sedang ada program Shop & Win yang memiliki banyak hadiah dengan menyebutkannya satu per satu hadiahnya, hingga menyampaikan ada syarat dan ketentuan yang berlaku, mengajak untuk melihat informasi melalui akun media sosial Depo Jaya Bangunan, menghubungi via WhatsApp, serta menginformasikan mitra Depo Jaya Bangunan dalam melaksanakan program tersebut. Hal-hal tersebut disampaikannya dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat. Intonasi dari setiap kata yang diungkapkan sangatlah tepat, kemudian penyiar juga memiliki suara yang enak untuk di dengar, terlebih yang menyampaikan pesan tersebut adalah penyiar perempuan yang sebagian besar masyarakat lebih senang mendengarkan suara perempuan. 
Iklan Depo Jaya Bangunan di radio akan diperdengarkan pada jam istirahat tepatnya siang hari di sela-sela pemutaran musik pada channel radio tersebut. Pemutaran iklan dalam waktu tersebut sangat tepat karena pada jam-jam tersebut masyarakat tengah beristirahat dari aktivitasnya. Apalagi jika sedang dalam perjalanan dan menggunakan mobil, tentu untuk menghilangkan kebosanan para pengendara akan memutar mesin radio yang ada didalam mobilnya.
Penggunaan radio sebagai media iklan yang digunakan Depo Jaya Bangunan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat membuahkan hasil. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya customer Depo Jaya Bangunan yang berasal dari Lombok Tengah dan Lombok Timur yang mengetahui tentang Depo Jaya Bangunan melalui radio.
Dengan demikian dalam menjalankan aktivitas pemasarannya Depo Jaya Bangunan memanfaatkan media internal yang dimilikinya dengan maksimal, sehingga dapat menekan biaya pengeluaran untuk pemasaran dalam beriklan. Namun juga tetap dibarengi dengan menggunakan media eksternal untuk menunjang penyebaran informasi kepada masyarakat sehingga dapat menjangkau lebih banyak massa.
3. Spanduk
Spanduk merupakan suatu media periklanan yang juga sering kali digunakan oleh perusahaan untuk menyebarluaskan informasi. Spanduk biasanya ditempatkan di pinggir jalan raya agar mudah dilihat oleh masyarakat yang melintas. Design dari spanduk menjadi salah satu penentu pesan atau informasi sampai atau tidak ke masyarakat. Misalnya saja dari segi ukuran, tulisan dan lain-lain menjadi faktor yang mempengaruhi penyampaian pesan. Depo Jaya Bangunan sebagai perusahaan yang sangat aktif melakukan promosi menjadikan spanduk sebagai media periklanan yang digunakan untuk menyebarluasakan informasi ke masyarakat. Berikut contoh spanduk yang di design oleh Depo Jaya Bangunan:
 
Gambar 4.11. Spanduk Depo Jaya Bangunan Tentang Diskon “Pasar Kaget” di Jalan WR. Supratman
Pesan dalam spanduk tersebut berisikan informasi mengenai Depo Jaya Bangunan yang mengadakan diskon dengan tajuk “Pasar Kaget”. Hal ini dapat dilihat dari adanya logo Depo Jaya Bangunan yang terlihat jelas pada spanduk. Sehingga jelas spanduk tersebut milik Depo Jaya Bangunan sebagai komunikator. Adanya kata “Pasar Kaget” yang ditulis dengan font berukuran besar merupakan tajuk yang digunakan Depo Jaya Bangunan dalam diskonnya kali ini. Kata “Kaget” digunakan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa diskon yang diadakan Depo Jaya Bangunan dapat membuat masyarakat terkejut/kaget karena besarnya diskon yang diberikan. 
Kemudian penulisan angka diskon yakni “70%” yang menggunakan font berukuran besar juga terbaca jelas dan terdapat pula angka “15%” yang penulisannya menggunakan font  yang berukuran lebih kecil. Dari kata dan angka pada spanduk tersebut dapat dipahami oleh masyarakat bahwa ada diskon dari 15% hingga 70%. Serta informasi pada spanduk tersebut dilengkapi dengan waktu diadakannya diskon yang penempatannya tepat diatas kata “Pasar Kaget”. Sehingga semua informasi pada spanduk lengkap dan jelas. 
Spanduk dipasang di Jalan WR. Supratman. Pemasangan spanduk di lokasi tersebut bertujuan untuk menjangkau khalayak luas yakni masyarakat kota Mataram. Khususnya bagi masyarakat yang ada di daerah tersebut. Lokasi yang dipilih dalam pemasangan spanduk sangat tepat karena merupakan salah satu tempat strategis, hal tersebut dikarenakan lokasi merupakan jalan yang cukup ramai dilalui oleh masyarakat dan juga terdapat rambu lalu lintas. Saat rambu lalu lintas berwarna merah, tentu akan banyak pengendara yang menghentikan laju kendaraannya dan memiliki peluang cukup tinggi untuk membaca informasi yana terdapat pada spanduk.
Spanduk yang dipasang oleh Depo Jaya Bangunan pada gambar diatas memiliki panjang sekitar 3 – 4 meter dan lebar sekitar 1 meter. Spanduk didesign dengan bentuk horizontal yang dapat membuat masyarakat sebagai audiens membaca informasi dengan searah atau lurus, sehingga membuat mata nyaman saat memandang. Jika spanduk didesign dengan bentuk vertikal ke bawah tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pembacanya yang sedang berkendara. Jadi startegi yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam mendesign spanduk sangat tepat. Kemudian seluruh informasi yang ada di spanduk masih dapat terbaca jelas dari jarak lebih dari 5 meter. 
Selanjutnya untuk waktu membaca pesan yang terdapat pada spanduk, masyarakat dapat memanfaatkan waktu tunggu rambu lalu lintas yang rata-rata membutuhkan sekitar 80 – 120 detik, waktu tersebut dirasa cukup untuk membaca seluruh informasi yang tertuang pada spanduk. Dengan demikian strategi yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam beriklan menggunakan media spanduk ini sangat efektif. Hal ini didukung oleh pernyataan dari beberapa pelanggan Depo Jaya Bangunan yang menyatakan banyak mendapatkan informasi mengenai produk dan promosi-promosi melalui spanduk, baliho dan media lainnya. Selain itu juga, informasi yang terdapat pada spanduk atau baliho jelas dan mudah untuk dipahami.
Evaluasi terhadap media eksternal dilakukan dengan cara menyebar kuisioner/form online kepada pengunjung/masyarakat untuk mengetahui jumlah pelanggan yang terjangkau menurut masing-masing media periklanan. Misalnya, jumlah pengunjung yang datang karena melihat iklan di koran berapa banyak atau berapa persen, jumlah pengunjung yang datang karena melihat iklan melalui spanduk dan lain sebagainya. Harusnya hal ini dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan karena dengan mengevaluasi media periklanan eksternal perusahaan dapat memetakan dan memprioritaskan media mana yang harus digencarkan atau diefisiensikan.
2.  Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran langsung yang digunakan Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya ialah menggunakan telepon untuk menghubungi customer secara langsung dan menawarkan produk atau menerima pesanan customer, aktvitas jenis ini disebut dengan telemarketing. Adanya aktvitas tersebut membuat customer tidak perlu datang ke toko dan dapat berbelanja dari rumah. Dalam aktivitas pemasaran langsung ini, Depo Jaya Bangunan memanfaatkan data informasi customer yang dimiliki oleh customer service dan tim Marketing terkait dengan daftar nomor telepon atau kontak dari pelanggan yang tergabung ke dalam member Depo Jaya Bangunan. Daftar nomor telepon tersebut dimanfaatkan oleh Tim Marketing dalam aktivitas telemarketing yang bertujuan untuk menawarkan produk baru ataupun menginformasikan terkait promosi-promosi yang diadakan oleh Depo Jaya Bangunan. 
Aktivitas telemarketing dilakukan dengan mempertimbangkan waktu dalam menghubungi konsumen, sehingga saat tim Marketing memberikan penawaran aau menginformasikan promosi-promosi tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dari konsumen. Selain daftar nomor telepon, Depo Jaya Bangunan juga memiliki arsip terkait dengan barang atau produk yang telah dibeli oleh konsumen, sehingga ketika ada produk baru yang berkaitan dengan produk yang telah dibeli oleh konsumen sebelumnya dapat ditawarkan kembali kepada konsumen dengan melihat daftar transaksi. Hal tersebut dapat dilakukan ketika konsumen telah tergabung menjadi member Depo Jaya Bangunan.
Aktivitas telemarketing yang telah dijalankan oleh tim Marketing akan berlanjut, dengan respons dari konsumen yang biasanya di Depo Jaya Bangunan kebanyakan dari konsumen akan menghubungi Sales Marketing yang telah akrab dengannya untuk memesan melalui sales tersebut, terlebih produk atau barang yang ingin dibelinya tersebut merupakan bagian dari sales marketing yang dikenalnya. Hal ini dilakukan konsumen untuk dapat leluasa dalam berkomunikasi atau lebih nyaman berinteraksi dengan sales. Biasanya tim Marketing yang akan memberikan kontak dari sales yang dikenalnya tersebut sehingga konsumen dan Sales Marketing dapat melakukan interaksi via telepon. Sehingga dalam aktivitas telemarketing ini juga dapat dilakukan oleh Sales Marketing dengan menghubungi konsumen yang telah akrab atau dikenalnya untuk menawarkan produk baru pada bagiannya dan menginformasikan promosi-promosi yang diadakan oleh toko. Jadi dalam aktvitas ini tidak melulu dikerjakan oleh tim Marketing. 
Dalam aktivitas telemarketing, jika terdapat konsumen yang tertarik sales atau tim marketing akan langsung mencatat pesanan atau customer akan mengirimkan melalui pesan singkat seperti SMS. Seperti yang diungkapkan oleh Staf Marketing Depo Jaya Bangunan yakni Kandu Priyanto Wibowo, yang mengatakan bahwa: 
“Iya kita pake pemasaran langsung karena kita langsung berinteraksi dengan customer, biasanya saya dan beberapa sales menghubungi konsumen lewat telepon untuk menawarkan beberapa barang, kadang juga customer yang menghubungi saya atau sales yang udah akrab sama customer untuk pesan barang, iya barang langsung kita catat atau kadang customernya kirim lewat SMS, dan biasanya customer bilang simpenin ya nanti saya yang ambil ke toko, kadang juga kita yang anterin langsung ke lokasinya” (Wawancara Maret, 2021).
Dalam hal ini, tim marketing atau sales yang menghubungi customer menyampaikan pesan atau informasi dengan memberi salam dan sapaan yang ramah. Kemudian melanjutkan dengan memberikan informasi seputar produk atau barang tertentu untuk ditawarkan kepada customer. Adapun alur interaksi dalam aktivitas telemarketing dapat dilihat dalam gambar berikut:
 
Gambar 4.12. Alur Interaksi dalam Aktivitas Telemarketing Depo Jaya Bangunan 
Kaitannya dengan menilai capaian dari aktivitas telemarketing, tim marketing Depo Jaya Bangunan melakukan aktivitas yang serupa dengan mengajukan pertanyaan seputar apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan kepada customer/pelanggan, kemudian ditampung/mendengar keluhan dari para pengunjung/pelanggan, dan kemudian dibawa pada saat rapat/brifing.
3. Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran interaktif yang digunakan meliputi Website, E-Katalog Depo Jaya Bangunan, media sosial (WhatsApp, dan Instagram). Dalam aktivitasnya perusahaan menjalin hubungan dengan konsumen yang direspons secara real time. Berikut adalah penjelasannya:
a. Website
Depo Jaya Bangunan memiliki website resmi dengan alamat depojayabangunan.com yang dalam tampilannya berisikan jenis-jenis produk yang ditawarkan. Dalam website tersebut tidak menampilkan menu untuk pemesanan, melainkan langsung mengarahkan pengunjung website untuk menghubungi kontak yang tertera di pojok kanan atas yang terhubung langsung dengan kontak WhatsApp Depo Jaya Bangunan. Berikut tampilan pada website Depo Jaya Bangunan:
 
Gambar 4.13. Aktivitas Pemasaran pada Website Depo Jaya Bangunan
(Sumber Gambar: Tangkapan Layar Situs http://www.depojayabangunan.com/)
Berdasarkan gambar tersebut, dapat dilihat bahwa Depo Jaya Bangunan menyediakan layanan untuk pemesanan barang yang dapat langsung dikirim tanpa harus mengeluarkan biaya pengiriman, dengan menulis kata “Gratis Kirim” dengan font berukuran besar, yang tentu bagi yang melihatnya akan langsung tertuju ke kata tersebut. Customer dapat langsung memesan barang dengan dua cara pertama dengan menscan QR kode menggunakan smartphonenya atau menghubungi kontak WhatsApp yang tertera di pojok kanan atas. 
Penempatan informasi QR kode ditempatkan di sebelah kiri tanpa ada tulisan yang menghalanginya karena semua informasi berupa tulisan ditempatkan di sebelah kanan, sehingga membuat pengelihatan orang yang mengunjungi situs tersebut tidak terganggu. Informasi yang dicantumkan pada tampilan tersebut sangat jelas dan mudah untuk dipahami. Selain itu juga tampilan website didominasi oleh warna merah yang mencolok yang memperlihatkan ciri khas atau identitas dari Depo Jaya Bangunan adalah warna merah.
b. E-Katalog
E-Katalog merupakan suatu sistem informasi dari suatu katalog yang berisi seluruh daftar produk, jenis, merk, harga, spesifikasi lengkap dan jumlah produk yang disediakan oleh perusahaan. E-katalog dibuat dengan memanfaatkan website perusahaan itu sendiri dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk melihat dan mendapatkan informasi mengenai produk-produk yang disediakan oleh perusahaan, serta E-katalog dapat diakses dengan mudah oleh siapapun. Penggunaan E-katalog pun sangatlah minim. Untuk itu, Depo Jaya Bangunan sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai macam produk bahan bangunan membuat E-katalog dengan memanfaatkan website yang dimilikinya. Berikut tampilan E-Katalog pada website Depo Jaya Bangunan:
 
Gambar 4.14. Tangkapan Layar E-Katalog beberapa Produk Depo Jaya Bangunan
(Sumber Gambar: Situs Resmi Depo Jaya Bangunan)
Pada gambar diatas dapat dilihat Bahwa Depo Jaya Bangunan menyediakan website untuk memberikan informasi kepada customer terkait dengan jenis produk apa saja yang ditawarkan oleh perusahaannya. Hal ini ditunjukkan oleh nama atau bagian produk yang dikemas dengan menggunakan bahasa inggris dan simbol-simbol dari berbagai macam kategori produk yang ditawarkannya. Dengan adanya simbol tersebut telah menunjukkan kategori apa produk yang dibutuhkan. Selain itu juga, simbol tersebut memudahkan customer yang tidak familiar dengan Bahasa Inggris, mudah untuk menafsirkan gambar pada website. Namun website tersebut belum dioperasikan secara optimal karena masih dalam tahap pengembangan sehingga informasi mengenai produk sangat minim diperoleh, hanya beberapa jenis produk yang memiliki informasi, sebagaian besar produk belum dilengkapi dengan gambar-gambar, atau informasi tentang produk secara lebih jelas.
c. WhatsApp
WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan yang dapat mengirimkan foto, video, panggilan suara dan video yang dijalankan secara online. Aplikasi ini juga dapat membagikan suatu story (cerita) pada fitur statusnya. Melihat aplikasi ini sangat populer di kalangan masyarakat, Depo Jaya Bangunan pun ikut memanfaatkan WhatsApp sebagai media yang membantu dalam aktivitas pemasaran yang dilakukan. Depo Jaya Bangunan memberikan informasi atau pesan mengenai produk, promosi, dan lain sebagainya yang dilakukan secara langsung oleh Tim Marketing kepada setiap member. Adapun contoh pesan yang dikirimkan oleh Tim Marketing saat menginformasikan mengenai diskon yang diadakan, sebagai berikut:
 
Gambar 4.15. Tangkapan Layar Informasi Diskon yang disebarkan Tim Marketing Depo Jaya Bangunan kepada Seluruh Membernya
Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa pesan yang disampaikan dimulai dengan langsung menyebutkan kata “Diskon hingga 70%” membuat pembacanya akan langsung mengetahui bahwa sedang ada diskon, dengan menyebutkan kata itu diawal kalimat menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca saat melihat notifikasi pada WhatsApp mereka. Sehingga dengan membaca kata itu diawal akan membuat member membuka isi pesan dari notifikasi tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan Staf Marketing Depo Jaya Bangunan yakni Kandu Priyanto Wibowo, yang mengatakan bahwa:
“Iya kita buat semenarik mungkin ya, yang penting dari awal informasinya udah langsung sampai ke pelanggan, contohnya gini saya kirim pesan lewat WhatsApp yang bisa diterusin ke semua kontak yang ada di Smartphone ini, Informasinya langsung saya tulis Diskon Hingga 70%, nah ini kan nanti masuk di notifikasi mereka jadi yang langsung muncul ya tulisan diskon ini, jadi ya pasti banyak pelanggan yang tertarik kalau udah liat tulisan diskon gitu apalagi kan lumayan gede diskonnya” (Wawancara Maret, 2021).
Tentu ini merupakan strategi yang sangat kreatif. Kemudian dilanjutkan dengan informasi tambahan mengenai diskon yang dilakukan, promo yang diberikan, periode promosi berlangsung, mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, dan alamat toko, serta informasi tentang syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan promosi tersebut. 
d. Media Sosial
Media sosial saat ini telah berkembang dengan pesat, media sosial tidak lagi hanya digunakan sebagai wadah untuk mengekspersikan diri, melainkan menjadi wadah untuk melakukan aktivitas pemasaran. Apalagi dengan melihat kondisi saat ini yang masih terjebak dalam situasi pandemi Covid-19 membuat Depo Jaya Bangunan memfasilitasi konsumennya dengan belanja dari rumah yang dapat dilihat di Instagramnya dengan mengklik link cutt.ly/BelanjaDariRumah. Apabila mengklik link tersebut konsumen akan diarahkan ke WhatsApp Depo Jaya Bangunan. 
Produk atau barang yang telah di pesan akan dihantarkan ke alamat konsumen. Informasi tersebut dapat diakses melalui link https://www.Instagram.com/depojayabangunan/?hl=id dari salah satu akun media sosialnya. Semua informasi dapat diperoleh konsumen jika melihat bagian pada biografi dari akun media sosial yang dimiliki oleh Depo Jaya Bangunan. Dalam biografi tersebut telah dirancang dengan informasi yang jelas, dan mudah untuk dipahami oleh khalayak.
Setelah aktivitas pemasaran yang dilakukan di media online tersebut, tim marketing akan melakukan evaluasi dengan mencatat respons masyarakat terhadap materi promo dalam konten-kontennya di media sosial, lalu membanya ke rapat khusus tim marketing untuk mengetahui perbaikan/peningkatan/penyesuaian terhadap pelanggan toko bangunan.
4. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi promosi penjualan dilakukan dengan membuat berbagai event atau kesempatan seperti dalam memperingati Hari Raya Imlek, Perayaan Hari Ulang Tahun Perusahaan, dan berbagai perayaan di hari-hari besar lainnya. Tidak hanya di hari-hari besar melainkan juga beberapa event tahunan yang selalu diadakan oleh Depo Jaya Bangunan. Berikut, beberapa aktivitas promosi penjualan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan:
a. Diskon
Diskon atau potongan harga merupakan aktivitas pemasaran yang kerap kali menjadi pilihan Depo Jaya Bangunan dalam memasarkan produk-produknya. Hal ini dikarenakan Depo Jaya Bangunan ingin selalu memberikan perhatian lebih kepada setiap konsumennya dan sebagai cara untuk terus memabangun relasi yang baik antara perusahaan dengan konsumen. Perusahaan tersebut mengadakan diskon setiap bulan di hari-hari tertentu. Misalnya diskon dengan tajuk “Pasar Kaget” yang diadakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan sehingga diadakan diskon besar-besaran. Informasi mengenai diskon disebarluaskan oleh salah satu admin yang merupakan salah satu dari tim marketing melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram perusahaan. Selain itu, informasi mengenai hal tersebut diletakkan juga di dalam toko tepat di depan setiap produk yang sedang di diskon. Berikut design mengenai diskon tersebut:
 
Gambar 4.16. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Diskon Depo Jaya Bangunan
(Sumber Gambar: Postingan Akun Instagram Depo Jaya Bangunan)

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa pesan atau informasi tersebut disampaikan oleh Depo Jaya Bangunan (komunikator), hal ini terlihat dengan adanya tulisan di pojok kiri atas dengan menampilkan logo Depo Jaya Bangunan. Kemudian dapat dilihat bahwa isi pesan tersebut ialah tentang diskon dengan tajuk ”Pasar Kaget”. Informasi yang telah di design tersebut sangatlah kreatif, karena angka 70% dituliskan dengan menggunakan ukuran font yang besar, kemudian tambahan untuk diskon 15% ukurannya lebih diperkecil sedikit. Pesan yang tertuang didalamnya telah mencakup semua unsur mulai dari isi pesannya apa, kemudian sampai kapan waktu berlakunya diskon, berapa jumlah diskon yang diberlakukan hingga adanya tulisan syarat dan ketentuan belaku ditulis menggunakan font dengan ukuran yang sangat kecil. Sehingga design dari informasi tersebut dapat dikatakan kreatif. 
Kemudian adanya Istilah clereance sale yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam diskonnya kali ini yang masih tetap mempertahankan penggunaan istilah tersebut, sebelumnya istilah tersebut juga pernah digunakan pada moment natal tahun 2020. Hal ini dikarenakan istilah tersebut dinilai unik karena dengan diubahnya kata yang semula “Clear Sale” menjadi “Clearence Sale” diharapkan dapat menarik perhatian customer dan menimbulkan rasa keingintahuan tentang apa itu clereance sale, sehingga mengharapkan kedatangan masyarakat untuk berkunjung. Namun penggunaan istilah clereance sale dalam informasi tersebut dirasa kurang tepat untuk digunakan, karena melihat masyarakat Lombok masih belum banyak mengetahui arti dari kata tersebut.  Akan lebih tepat untuk Depo Jaya Bangunan mencari dan menggunakan istilah yang familiar ditelinga masyarakat khususnya bagi masyarakat Lombok. 
b. Cashback
Cashback adalah variasi dari promosi penjualan yang bertujuan untuk menarik lebih banyak pelanggan, selain dengan potongan harga/diskon dan bonus. Cashback berbeda dengan diskon, jika diskon memberikan potongan harga langsung pada awal pembelian, lain halnya dengan cashback. Cashback dapat berupa hadiah tunai atau poin yang memberikan potongan harga pada saat pelanggan melakukan pembelian berikutnya. 
Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya juga menerapkan sistem Cashback sebagai salah satu promosi penjualan. Sistem ini diterapkan pada hari-hari tertentu untuk memperingati hari-hari besar. Salah satu contohnya ialah Depo Jaya Bangunan mengadakan cashback dalam rangka memperingati Hari Arsitektur Indonesia. Informasi tersebut dapat dilihat pada postingan di media sosial yakni Instagram yang dijadikan sebagai wadah untuk menyebarluaskan informasi. Berikut informasi terkait hal tersebut:
 
Gambar 4.17. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Cashback Depo Jaya Bangunan
(Sumber Gambar: Postingan Akun Instagram Depo Jaya Bangunan) 
Pesan yang tercantum pada gambar di atas bahwa di pojok kiri atas terdapat logo Depo Jaya Bangunan yang mengandung makna bahwa pesan tersebut disampaikan oleh Depo Jaya Bangunan yang dalam hal ini sebagai komunikator. Di pojok kanan atas tertulis ucapan “Selamat Hari Arsitektur Indonesia 18 Maret 2021”, dilanjutkan dengan kalimat “Terus Berkaya Dalam Pembangunan Negeri” pesan tersebut mengandung makna bahwa Depo Jaya Bangunan respect atau peduli terhadap pembangunan di Indonesia, khusunya pembangunan dalam hal arsitektur. Dengan kepeduliannya tersebut perusahaan mengadakan ”Cashback hingga 2 juta” yang ditulis dengan font berukuran lebih besar dibandingkan yang lainnya, kemudian bersebelahan dengan simbol koin yang bertuliskan “Cashback”. 
Kemudian diatas informasi tersebut bertuliskan “Belanja Produk Apa Saja, Dapatkan:” kalimat tersebut mengandung informasi yang jelas bahwa membeli produk apa saja customer akan mendapatkan cashback hingga 2 Juta. Selanjutnya terdapat pesan yang mengandung informasi periode waktu berlakunya cashback yakni “Setiap Hari 18-20 Maret 2021” yang berarti cashback tersebut berlaku setiap hari dari tanggal 18-20 Maret 2021. Informasi tersebut ditujukan kepada seluruh pelanggan Depo Jaya Bangunan, karena hal tersebut disebarluaskan melalui media sosial dengan tujuan untuk menjangkau customer secara lebih luas.
c. Kompetisi/Contest
Kompetisi atau pertandingan sering dijadikan oleh perusahaan sebagai ajang untuk membaur dengan masyarakat dan menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Sehingga biasanya perusahaan menggunakan hal ini juga ke dalam aktivitas pemasarannya. Dalam hal ini Depo Jaya Bangunan melihat kesempatan tersebut sebagai ajang untuk menunjukkan diri kepada masyarakat dan melihat trend yang banyak digandrungi oleh semua kalangan. Untuk itu Depo Jaya Bangunan mengadakan suatu kompetisi yakni Photo Contest yang bertajuk Angpao Bulan Penuh Cinta. Depo Jaya Bangunan memilih tema tersebut karena bertepatan dengan perayaan Imlek dan juga menyemarakkan Imlek tahun 2021. Berikut infomasi mengenai Photo Contest tersebut yang disebarluaskan melalui media sosial Facebook:
 
Gambar 4.18. Aktivitas Pemasaran Promosi Penjualan berupa Photo Contest Depo Jaya Bangunan 
(Sumber Gambar: Tangkapan Layar Situs https://web.Facebook.com/TeamDepoJaya/?_rdc=1&_rdr)
Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 12 – 26 Februari 2021. Kompetisi tahun ini dijalankan ditengah pandemi Covid-19 sehingga partisipasi pada acara ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kompetisi ini hanya ada 8 peserta yang berpartisipasi sedangkan ditahun sebelumnya peserta yang mengikuti kompetisi di Depo Jaya Bangunan bisa mencapai puluhan orang. Sebelumnya Depo Jaya Bangunan ketika akan mengadakan kompetisi biasanya melakukan sosialisasi dengan sekolah-sekolah dengan mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan yang diadakan. Namun pada kompetisi kali ini berbeda, Depo Jaya Bangunan hanya mengandalkan media sosial yang dimilikinya. Sosialisasi ke sekolah-sekolah tidak dapat dilakukan karena kondisi pandemi saat ini mengharuskan sekolah ditutup sementara. Adapun tujuan dari kompetisi ini ialah untuk menambah jumlah followers di media sosialnya, terutama akun Instagram Depo Jaya Bangunan. 
Informasi yang disebarkan di media sosial berupa konten yang telah didesign oleh tim marketing Depo Jaya Bangunan yang dapat dilihat pada gambar diatas. Pada gambar tersebut di dominasi oleh warna merah yang senuansa dengan warna perayaan Imlek dan juga Depo Jaya Bangunan. Kemudian tetap menuliskan logo Depo Jaya Bangunan dan menuliskan “Imlek Photo Contest” di tengah dan dengan font berukuran besar. Hal tersebut mengarahkan pembaca secara otomatis akan melihat tulisan itu terlebih dahulu. 
Pada konten tersebut juga menyediakan informasi mengenai waktu kompetisi akan diadakan, juga memberikan informasi mengenai syarat dan ketentuan untuk mendaftar mengikuti kompetisi. Selain itu juga konten tersebut memberikan informasi mengenai total hadiah yang akan diterima oleh pemenang, yang mana hal tersebut dapat memberikan ketertarikan kepada masyarakat untuk mengikuti kompetisi. Informasi mengenai Photo Contest terus dipublikasikan di media sosial, baik Instagram maupun Facebook Depo Jaya Bangunan. Dalam postingannya di media sosial dilengkapi dengan caption yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Selain kompetisi Photo Contest, banyak kompetisi lain yang juga pernah diadakan oleh Depo Jaya Bangunan seperti Road to Jaya Virtual Cycling dan Lomba Mewarnai dari Rumah. Informasi dan dokumentasi mengenai kompetisi tersebut dapat dilihat pada lampiran 3.
d. Undian Berhadiah
Undian berhadiah juga termasuk ke dalam aktivitas pemasaran promosi penjualan. Aktivitas ini dilakukan perusahaan untuk menyemarakkan atau memeriahkan suatu program atau untuk menyambut hari besar dari perusahaan itu sendiri. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan. Perusahaan tersebut telah mengadakan undian berhadiah dari tahun-tahun sebelumnya. 
Undian berhadiah dilakukan untuk mengakhiri akhir tahun dan menyambut tahun baru 2021 serta merayakan hari Ulang Tahun Depo Jaya Bangunan, perusahaan tersebut mengadakan kembali program undian berhadiah dengan tema “Shop and Win” yang berarti belanja dan menang. Dalam kegiatan ini perusahaan mengajak pelanggannya untuk berbelanja ke Depo Jaya Bangunan dan berkesempatan untuk menjadi pemenang dalam undian yang berhadiah 1 unit rumah, 3 unit motor Vario, 5 Unit Led Tv, 10 keping emas, dan  27 juta voucher belanja tersebut. Undian berhadiah tersebut dilaksanakan dari 7 Maret hingga 7 Agustus 2021. 
Sistem dari undian berhadiah ini ialah jika customer berbelanja 1 juta maka akan diberikan 1 buah kupon. Dengan kata lain jumlah kupon yang akan di dapatkan oleh customer tergantung pada total belanja yang dilakukan. Semakin banyak jumlah belanjanya maka akan semakin banyak juga kupon yang didapatkan dan berpeluang besar untuk meraih hadiah utama dan hadiah lainnya.  Sistem ini sangat menarik, dan berpeluang untuk membuat customer terus melakukan transaksi di Depo Jaya Bangunan. Selain itu juga tentu yang menjadi daya tarik dari aktivitas pemasaran ini ialah hadiah yang begitu besar yang dapat membuat customer sangat antusias. 
Depo Jaya Bangunan juga telah mengadakan undian berhadiah pada 10 Januari 2021. Acara tersebut mulanya berlangsung pada tahun 2020 namun terkendala oleh pandemi Covid-19, sehingga baru dapat dilakukan pada awal tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di toko yang dihadiri langsung oleh Direktur Depo Jaya Bangunan yakni Roni Anggada dan dihadiri juga oleh para konsumen. 
Dalam kegiatan undian tersebut konsumen yang hadir dibatasi untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Namun bagi konsumen yang tidak dapat langsung datang ke toko, dapat melihat siaran langsung IG TV Depo Jaya Bangunan melalui media sosial Instagram. Undian diumumkan langsung oleh Roni Anggada, dan menghubungi customer melalui telepon jika tidak hadir di acara tersebut. Informasi pemenang undian juga kembali diumumkan melalui Instagram agar dapat dilihat oleh semua pihak dengan menyediakan konten khusus mengenai nama-nama pemenang.
Evaluasi terhadap promosi penjualan dilakukan oleh tim marketing Depo Jaya Bangunan dengan melakukan cek setelah program promosi penjualan tertentu berakhir apakah terjadi peningkatan penjualan atau tidak. Serta melakukan pendataan minimal melakukannya secara sampling pada beberapa pelanggan untuk mengetahui seberapa besar pelanggan yang berbelanja kembali setelah mengikuti promosi penjualan pada pembelian terakhir.
5. Penjualan Personal (Personal Selling)
Penjualan personal adalah suatu bentuk komunikasi langsung yang dilakukan oleh perusahaan dengan calon pembeli. Penjualan personal termasuk ke dalam aktivitas pemasaran yang menjalin suatu interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Untuk itu, sebagai sebuah perusahaan bahan bangunan dengan sistem supermarket pertama di Lombok Depo Jaya Bangunan harus mampu memberikan pelayanan yang dapat memuaskan hati pelanggan. Menurut Barata (2003:30) mendefinisikan pelayanan sebagai suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, menyediakan kepuasan pelanggan. Sehingga, dalam memberikan suatu pelayanan kepada konsumen penting bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan prima (Excellent Service). Excellent service adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, dengan kata lain pelayanan prima adalah suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat (Maddy, 2009:8). 
Excellent service pun juga diterapkan oleh Depo Jaya Bangunan dalam menjalankan aktivitas pemasarannya di toko dengan membangun atau membentuk suatu moto atau prinsip dalam melayani konsumen yang diemban oleh seluruh karyawan saat bekerja, termasuk Sales Marketing dalam menjalankan aktivitas personal selling. Moto atau prinsip tersebut disebut dengan 3S yang merupakan singkatan dari “Senyum, Salam dan Sapa” saat melayani konsumen. Dengan prinsip kerja tersebut diharapkan dapat memberikan kesan ramah kepada pelanggan atau konsumen yang datang ke toko.
Selain itu juga dalam memberikan pelayanan yang baik, Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas penjualan personalnya menempatkan sales-sales dari setiap produk untuk melayani konsumen. Sales-sales tersebut telah dibekali pengetahuan tentang setiap produk di divisinya masing-masing. Depo Jaya Bangunan menempatkan Sales Marketing di depan setiap produk. Hal ini dikarenakan saat konsumen memasuki atau melihat produk akan disambut oleh Sales Marketing dan akan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga konsumen tidak perlu mencari-cari sales atau merasa bingung dalam mencari barang atau produk yang dibutuhkan. 
Sales Marketing di perusahaan tersebut hadir untuk menawarkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi konsumen. Misalkan, dalam memilih suatu produk yang tepat untuk rumahnya, konsumen merasa bingung, maka Sales Marketing akan memberikan solusi yang berisi perbandingan antara produk yang satu dengan produk yang lain, sehingga solusi yang ditawarkan dapat dipertimbangkan oleh konsumen. Sehingga akan menciptakan suatu hubungan personal antara Sales Marketing dan konsmen. Tentu hal tersebut juga termasuk ke dalam excellent service karena memberikan pelayanan yang menciptakan kepuasaan bagi konsumen.
Personal selling selain dalam kegiatan penjualan langsung di toko juga dilakukan pada saat diadakan event-event promosi produk seperti Demo Produk, yang dimaksudkan agar pembeli lebih mengenal produk, tata cara menggunakan produk dan mengetahui kelebihan dari produk tersebut. Pada penjualan personal inilah sales dibekali selain pengetahuan tentang produk juga dibekali dengan pelatihan berkomunikasi dengan baik dan sikap ketika melayani pembeli. Selain itu, setiap sales di bagian atau divisi diberikan seragam dan tanda pengenal sesuai dengan produk atau barang yang menjadi tanggungjawabnya sehingga memudahkan pembeli untuk mengenali sales dengan pelanggan dan mengetahui sales produk atau barang yang ditangani.
 
Gambar 4.19. Penyampaian Informasi Sales Marketing Fotile 
Pada Event Cooking Demo
(Sumber Gambar: Postingan pada Akun Media Sosial Instagram)

Demo produk yang digelar langsung di Depo Jaya Bangunan adalah Cooking Demo Produk Fotile dengan menghadirkan Chef Veri sebagai bintang tamu. Sedangkan yang berperan untuk menyampaikan pesan atau informasi mengenai produk ialah Sales Marketing dari Fotile. Sales Marketing menyampaikan informasinya dengan pengeras suara sehingga dapat didengar jelas oleh seluruh audiens atau peserta yang hadir. 
Selain itu, Sales Marketing dibantu oleh sales lainnya yang menyebar diantara penonton sebagai komunikator yang bertugas untuk menyampaikan pesan dengan menarik, mengajak audiens untuk berinteraksi dalam kegiatan demo. Selain itu juga komunikator bisa membawa diri dengan menjadi pribadi yang menyenangkan saat menyampaikan pesan atau informasi mengenai produk kepada audiens, sehingga audiens memperhatikan acara dengan seksama dan tidak merasa bosan. Hal ini terbukti dari banyaknya partisipasi para audiens untuk menjawab pertanyaan yang diajukan saat sesi tanya jawab, yang membuktikan bahwa audiens telah menerima pesan dengan baik. Audiens yang dapat menjawab pertanyaan pada sesi tanya jawab tersebut diberikan hadiah. Sehingga ada timbal balik dari komunikator ke audiens. 
Kegiatan Cooking Demo juga disiarkan secara langsung melalui media sosial pada akun Instagram Depo Jaya Bangunan dengan memanfaatkan IGTV. Sehingga bagi para pelanggan yang tidak hadir ke toko juga dapat menyaksikan acara tersebut dan mendapatkan informasi mengenai produk. Selain itu, jika ada pelanggan melewatkan siaran langsung juga dapat membuka kembali IGTV di akun Instagram Depo Jaya Bangunan. Dengan demikian pelanggan atau konsumen tetap dapat menyaksikan acara tersebut.
Evaluasi terhadap aktivitas personal selling dilakukan Supervisor Depo Jaya Bangunan pada waktu tertentu dengan mengamati proses interaksi jual beli antar sales marketing dengan pelanggan dan melakukan penilaian kinerja yang akan dibahas bersama HRD terkait standarisasi dan upaya peningkatan pelayanan menjadi excellent service oleh karyawan. Setelah dilakukan evaluasi terhadap proses personal selling oleh sales marketing maka perusahaan akan menerbitkan teguran atau membentuk reward kepada sales marketing terkait, demi peningkatan motivasi kerja menuju pengalaman excellent service dari aktivitas personal selling terhadap pelanggan.

4.4. Kendala dalam Pelaksanaan Strategi Komunikasi Pemasaran Depo Jaya Bangunan
Depo Jaya Bangunan dalam mempertahankan dan menarik konsumen baru dalam pelaksanaan strategi komunikasi pemasarannya tentu pernah mengalami suatu kendala. Adapun kendala yang dihadapi Depo Jaya Bangunan dalam pelaksanaan stategi komunikasi pemasarannya ialah Pandemi Covid-19.
Pandemi Covid-19 menjadi kendala dalam pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran Depo Jaya Bangunan sehingga tidak terlaksananya beberapa program/event yang sudah direncanakan. Selain itu juga, menghambat penyampaian pesan atau informasi kepada customer. Karena biasanya Depo Jaya Bangunan selalu menyampaikan informasi mengenai promo-promo, event dan lain sebagainya secara aktif di media sosial. Namun untuk memperlihatkan kepedulian dan kesimpatian serta memahami kondisi saat ini, membuat perusahaan harus dengan berat hati untuk menurunkan intensitas penerpaan informasi atau pesan melalui media sosial. Konten mengenai promosi, event dan lain-lain diganti atau diubah dengan konten mengenai pelaksanaan protokol kesehatan di toko sebagai upaya untuk mengingatkan customer sehingga menunjukkan rasa kepedulian terhadap keselamatan bersama. 
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Strategi Komunikasi Pemasaran yang digunakan oleh Depo Jaya Bangunan dalam aktivitas pemasarannya ialah menerapkan 5 (lima) elemen Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communication atau IMC) menurut Morissan (2010), yaitu:
1. Media Periklanan (Advertising), menggunakan media internal antara lain, Billboard/Baliho, Papan Reklame, media Internet (Website, media sosial WhatsApp, Facebook dan Instagram), Hanging mobile, Stand Hanging, Roll Banner, X Banner dan Perangkat Audio-Video; media eksternal antara lain Surat Kabar, Radio, dan spanduk.
2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing), berupa telemarketing dan sales-sales melayani customer dengan dapat berbelanja dari rumah tanpa harus datang langsung ke toko.
3. Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing), menggunakan media internet seperti Website, E-Katalog, WhatsApp dan media sosial seperti Instagram.
4. Promosi Penjualan (Sales Promotion), mengadakan berbagai event atau kesempatan bentuk promosi penjualan berupa Diskon, Cashback, Kompetisi/Contest, dan Undian Berhadiah.
5. Penjualan Personal (Personal Selling), Penjualan langsung di toko, Depo Jaya Bangunan dengan menempatkan Sales Marketing di setiap produk yang ditawarkannya dan dibekali pengetahuan mengenai produk yang ditangani untuk melayani customer dengan baik dan ramah. 
Kendala dalam pelaksanaan komunikasi pemasaran terpadu dalam aktivitas pemasaran Depo Jaya Bangunan ialah pandemi Covid-19.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang disajikan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan sebagai berikut:
1. Bagi Depo Jaya Bangunan, diharapkan untuk mengoptimalkan aktivitas pemasaran pada Website dengan melengkapi berbagai macam produk yang ditawarkannya, karena informasi tersebut sangat penting bagi konsumen. Sehingga konsumen dapat dengan mudah mengetahui jenis-jenis produk/barang yang ditawarkan dan dapat mengetahui stok ketersediaan barang.
2. Kemudian Depo Jaya Bangunan, diharapkan untuk membentuk channel Youtube resmi sebagai media promosi tambahan karena pada era saat ini media tersebut juga banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya generasi milenial. Selain itu juga untuk mengimbangi/menyaingi kompetitor yang telah memiliki channel Youtube terlebih dahulu.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Amir Purba, dkk. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Pustaka Bangsa. Medan.
Arni, Muhammad. 2004. Komunikasi Organisasi. Bumi Aksara. Jakarta.
Barata, Atep Adya. 2003. Dasar- Dasar Pelayanan Prima. PT. Gramedia Pustaka. Jakarta.
Cangara, Hafied. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Effendy, Onong Uchjana. 1984. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Rosdakarya. Bandung.
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti. Bandung.
Fiske, John. 2004. Cultural and Communication Studies; Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Kata pengantar: Idi Subandy Ibrahim. Yogyakarta: Jalasutra. (Introduction to Communication Studies, 2nd edition (Routlege, 1990)).
Fiske, John. 2016. Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi 3: di Terjemahkan Hapsari Winiayingtyas. Rajawali Press. Jakarta.
Fisher, B. Aurbey. 1990. Teori-Teori Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Ismail, Muhammad. 2002. Menggagas Bisnis Islam. Gema Insani Press. Jakarta.
Kennedy, John E. dan R. Dermawan Soemanagara. 2009. Marketing Communication: Taktik & Strategi Cetakan Ke-3. PT Bhuana Ilmu Populer. Jakarta.
Kotler dan Amstrong. 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta.
Kotler & Hermawan K. 2000. Repositioning ASIA from Ibubble to Sustainable Economy. John Wiley & Sons. Singapore.
Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Jilid I Edisi Ke-13. Erlangga. Jakarta.
Machfoedz, Mahmud. 2010. Komunikasi Pemasaran Modern Cetakan Pertama. Cakra Ilmu. Yogyakarta.
Maddy, Khairul. 2009. Hakikat dan Pengertian Pelayanan Prima. Chama Digit. Jakarta.
Moloeng, L. J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosdakarya. Bandung.
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif.  PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Moleong, L J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Morissan. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Pernada Media Group. Jakarta.
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya Bandung.
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Mulyana, Deddy. 2010. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian Cetakan 6. Ghalia Indonesia. Bogor.
Pike, Steven. 2003. Integrated Marketing Communication: Penerjemah Uyung Sulaksana. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Raco, J.R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karekteristik dan Keunggulannya. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.
Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.
Shimp, A. Terence. 2014. Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi: Integrated Marketing Communication in Advertising and Promotion. Salemba Empat. Jakarta.
Shimp, A. Terence. 2010. Integrated Marketing Communication in Advertising and Promotion 8e. Cengange Learning. South-Western. 
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2015. Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi. CV. Alfabeta. Bandung.
Sulaksana, Uyung. 2003. Integrated Marketing Communication. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Vardiansyah, Dani. 2008. Filsafat Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Indeks. Jakarta.
Artikel Jurnal
Muntazah, Arina. 2020. Integrated Marketing Communication Strategy Pada Lembaga Zakat DPU Daarut Tauhid. Jurnal Aksara Public. Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Univesitas Bina Sarana Informatika.
Terbitan Lembaga
Machmud, Muslimin. 2016. Tuntunan Penulisan Tugas Akhir Berdasarkan Prinsip Dasar Penelitian Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Internet
(Situs Resmi Depo Jaya Bangunan) https://www.Depo Jaya Bangunan.com/ diakses pada 16 Desember 2020 pukul 19:00 WITA.
(Instagram Depo Jaya Bangunan) https://www.instagram.com/depojayabangunan/ diakses pada 19 Desember 2020 pukul 14:20 WITA.
(Facebook Depo Jaya Bangunan) https://web.facebook.com/TeamDepoJaya/ diakses pada 20 Desember 2020 13:30 WITA. 

LAMPIRAN
LAMPIRAN
1. STAND HANGING DAN ROLL UP BANNER
 
Gambar Stand Hanging

 
Gambar Roll Banner Mega Zip Home Credit


2. X BANNER
 
Gambar X Banner Pada Produk Lambond
3. KOMPETISI/CONTEST
 
Gambar Informasi dan Dokumentasi Kegiatan Road to de Jaya Virtual Cycling
Sumber Gambar: (Instagram Depo Jaya Bangunan)


4. TRANSKRIP WAWANCARA
Informan Utama I
Nama : Arie Asghar Azizi
Jabatan : Supervisor Marketing

1. Kapan Depo Jaya Bangunan mulai berdiri di Lombok?
Jabawan: “Depo Jaya Bangunan mulai berdiri pada 7 Agustus 2009”
2. Bagaimana cara memeperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Sedikit cerita ya, karena pernah ngobrol sama direktur, yah namanya awal buka ya pasti ada susah-susahnya gitulah, dulu itu salah satu strateginya dengan cara membangun futsal di lantai 4 itu, karena kan cuma sekarang udah gak beroperasional ya. Dulu selain mengundang dengan cara promo seperti biasa, kita juga rutin ngadain event sepak bola, karena yang dulu yang main futsal ini kan agak jarang yang anak-anak sekolah lebih ke bapak-bapak yang sudah kerja terus ngajak pegawainya gitu, bahkan selain kita bahan bangunan ya, futsal ini dulu terkenal sama Liga Ramadhannya, jadi tiap Ramadhan itu penuh dah satu stadionnya, kita dari Depo Jaya Bangunan tinggal sambungin aja informasi toko kesana”. 
3. Mengapa memilih cara tersebut?
Jawaban:”Direktur sebenernya gak punya alasan khusus pilih cara itu, cuma inisiatif aja coba-coba pake cara itu karena beliau sendiri hobi main futsal dan sering main juga ngajak temen-temennya, dan gak taunya cara itu membuahkan hasil karena lama-lama banyak dari yang udah main futsal datang belanja ke Depo”.
4. Siapa yang bertanggungjawab dalam menentukan pilihan cara yang digunakan tersebut?
Jawaban:”Untuk dulu, karena ide itu datang dari direktur, ya direktur yang bertanggungjawab, tapi kalau sekarang dalam menentukan pilihan strategi dalam bidang marketing, saya yang bertanggungjawab”.
5. Bagaimana pengemasan pesan yang dilakukan dalam memperkenalkan Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Dulu karena belum dibentuk tim marketing, dan saya berada di bagian design grafis jadi ya untuk informasi-informasi saya yang buat sendiri, jadi pengemasan pesannya lebih menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan langsung ngena ke masyarakat contohnya dengan langsung menggunakan kata Diskon dan membuat designnya lebih menarik. Dan untuk sekarang karena ada tim marketing kita banyak melakukan diskusi dan lebih mengemas pesan dengan kreatif ya contohnya seperti kemarin ada promo cuci gudang yang deketan sama natalan jadi kan cuci gudang clear sale jadi kita pelesetin gitu jadi Merry Clearence Sale gitu, dengan harapan masyarakat menjadi tertarik dan ingin mengetahui hal itu”.
6. Siapa yang bertugas untuk mengemas pesan dan menyampaikan pesan tersebut?
Jawaban: “Saya sebagai design grafis dulu dan untuk sekarang tim marketing dan customer service”.
7. Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam memperkenalkan Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:“Iya kita memanfaatkan media apa yang ada saja, seperti Billboard/baliho, spanduk, radio, surat kabar, dan lain-lain”. 
8. Mengapa memilih media komunikasi tersebut?
Jawaban: “Sebenanya kita gak memilih ya, kita cuma memanfaatkan media apa saja yang ada dan yang kita punya serta efektif untuk kita gunakan. Disamping  juga tetap bekerjasama dengan media lokal seperti radio dan koran supaya semakin banyak masyarakat yang kita jangkau”.
9. Siapa yang menjadi target sasaran dalam memperkenalkan kehadirannya di Lombok? Apakah ada identifikasi tersendiri?
Jawaban: “Kita gak ada identifikasi tersendiri, tapi target kita ya seluruh masyarakat Mataram-Lombok, ya lebih luasnya NTBlah”.
10. Efek seperti apa yang diharapkan dari target sasarannya? 
Jawaban: “Yang pasti ya harapannya masyarakat menjadikan Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja kebutuhan bangunannya”.
11. Dalam memperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan, kendala seperti apa yang dihadapi perusahaan?
Jawaban: “Untuk dulu, karena Depo Jaya Bangunan belum ada saingannya ya gak ada kendala berarti saat memperkenalkannya, tapi ya sekarang karena udah banyak kompetitor, menuntut kita untuk lebih inovatif, lebih gesit dalam menyampaikan infomasi, terus juga sekarang karena pandemi penyampaian informasi agak menurun ya, dan juga waktu penyampaian informasi harus lebih cepat sebelum didahului kompetitor”.
12. Bagaiamana tahapan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan sebelum melaksanakan aktivitas pemasaran?
Jawaban: “Sebelum melakukan aktivitas pemasaran kita dari tim marketing ngadain rapat tahunan sama direksi dan sponsor untuk membuat rancangan apa aja yang kita lakuin setahun kedepan, iya setelah kita udah tau akan buat apa, ya baru kita laksanakan dan kita lakuin evaluasi”.
13. Selain dari meperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan di Lombok, bagaimana aktivitas pemasaran yang dilakukan? 
Jawaban: “Aktivitas pemasaran yang kita lakukan ya banyak ya selain pemasaran langsung di toko juga kita ngadain banyak event atau kegiatan-kegitan ya  walaupun sederhana yang penting harus ada gak boleh kosong setiap minggu atau bulannya, contohnya aja kita ngadain lomba kontes foto pada perayaan Imlek, Lomba mewarnai untuk anak-anak dan lain-lain”.
14. Dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan tersebut, apakah sebelumnya dilakukan Brifing terlebih dahulu?
Jawaban: “Iya kita selalu ada brifing sebelum mulai aktivitas kerja untuk mengetahui kesiapan teman-teman”.
15. Sejauh ini, dari aktivitas pemasaran yang telah dilakukan, manakah yang paling efektif?
Jawaban: “Semua aktivitas pemasaran ini saling melengkapi, jadi gak bisa dinilai mana yang lebih efektif, karena semuanya berjalan beriringan, sama seperti media promosinya contoh kalau cuma pake spanduk aja ya gak cukup, jadi kita pake baliho, pake reklame jadi pesannya terus berantai begitu”.
16. Bagaimana anggaran untuk aktvitas pemasaran tersebut?
Jawaban: “Setiap tahun ya memang anggaran untuk pemasaran udah ada itu kita dapat dari Depo ada dari sponsor juga ada”.
Informan Utama II
Nama : Kandu Priyanto Wibowo, SE
Jabatan : Staf Marketing/Promotion
A. Media Periklanan (Advertising)
a. Apakah menggunakan media periklanan/advertising? Jika iya, media periklanan seperti apa yang digunakan?
Jawaban: “Iya kita pake media iklan juga untuk promosi, kita manfaatin media yang ada aja, Billboard kita punya pake itu, terus spanduk, reklame, radio, koran, media sosial juga ya sekarang udah aktif”.
b. Mengapa memilih media tersebut dalam aktivitas pemasaran?
Jawaban:”Sebenernya gak milih juga, tapi kita cuma manfaatin media apa aja yang ada, kalau bisa ya kenapa gak dicoba untuk pake aja kan, jadi ya kita manfaatin semaksimal mungkin”.
c. Siapa yang mengemas pesan atau materi iklan dalam penggunaan di media tersebut?
Jawaban: “Nah kalau untuk itu kita sendiri dari tim marketing, tapi untuk lebih khususnya itu dan yang mendalami ya pak Azizi karena dia yang buat design untuk semua materi promo”.
d. Bagaimana format pesan atau materi iklan tersebut?
Jawaban: “Iya kalau sejauh ini ya kita buat semenarik mungkin, sekreatif mungkin ya untuk bisa menyaingi kompetitor, contohnya ya seperti Pasar Kaget, itu kita rancang supaya terkesan ngagetin untuk konsumen karena diskonnya besar-besaran gitu”.
e. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Iya kalau dari kita ya targetnya seluruh masyarakat Lombok ya, jadi gak cuma masyarakat di Kota Mataram tapi untuk masyarakat Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara juga target kita”.
f. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Untuk efeknya ya berasa sekali ya, contohnya ya seperti kita pake radio itu banyak konsumen dari desa-desa di pedalaman Lombok Tengah itu yang tahu Depo Jaya Bangunan, ya saat ke Mataram cari bahan bangunan ya nyarinya di Depo, bahkan udah jadi pelanggan tetap juga”.
g. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: ”Evaluasi kita selalu adain ya, karena untuk memperbaiki sama ningkatin apa yang masih kurang dari yang udah kita lakuin ini, lebih banyak ke mencari tahu apa kekurangannya dan apa yang perlu kita tingkatin gitu aja, jadi dalam evaluasi ya lancar ya”.
h. Kapan evaluasi dilakukan? 
Jawaban: “Evaluasi kita ada setiap minggu ya, untuk apa yang sedang berjalan itu karena kalau kelamaan evaluasi jadi kadang-kadang suka lupa, jadi lebih cepet lebih baiklah”.
i. Kendala atau hambatan seperti apa yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas periklanan?
Jawaban: “Kalau ini ya saya rasa gak ada kendala ya dalam pelaksanaannya”.
B. Pemasaran Langsung
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan pemasaran langsung? Jika iya, bagaimana bentuk pemasaran langsung yang dilakukan?
Jawaban:”Iya kita pake pemasaran langsung karena kita langsung berinteraksi dengan customer, biasanya saya dan beberapa sales menghubungi konsumen lewat telepon untuk menawarkan beberapa barang, kadang juga customer yang menghubungi saya atau sales yang udah akrab sama customer untuk pesan barang, iya barang langsung kita catat atau kadang customernya kirim lewat SMS,  dan biasanya customer bilang simpenin ya nanti saya yang ambil ke toko, kadang juga kita yang anterin langsung ke lokasinya”.
b. Mengapa memilih bentuk pemasaran langsung tersebut dalam aktivitas pemasaran?
Jawaban: “Karena kita mau lebih dekat dengan konsumen, lebih akrab dan konsumen juga dapat belanja ke kita lewat mana aja bisa gitu, jadi mereka gampang tinggal pilih mau yang gimana kan, mana nyamannya gitu, apalagi karena pandemi gini, mereka gak perlu datang ke toko, tinggal diem di rumah barangnya nanti kita anterin”.
c. Siapa yang bertugas untuk menyampaikan pesan dalam aktvitas tersebut?
Jawaban:”Biasanya saya dari tim marketing dan beberapa sales marketing juga”.
d. Bagaimana format pesannya?
Jawaban: “Kita sebelum menyampaikan tujuan ya kita salam, menyapa begitu terus ya kasih tau kalau kita dari Depo Jaya Bangunan mau nawarin barang A missal terus kasih tau soal produk, ya kalau bapak/ibu berkenan nanti bisa hubungi kita ya seperti itulah contohnya, kadang juga kita pake bahasa daerah sasak ya untuk masyarakat yang dari desa-desa itu kita taunya ya dari waktu awal berinteraksi dengan kita supaya bisa lebih dekat dan akrab dengan mereka”.
e. Media apa yang digunakan dalam menyampaikan pesan dalam pemasaran langsung?
Jawaban:”Kita pake telepon”.
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban:”Khalayaknya ya pelanggan Depo Jaya Bangunan yang udah pernah belanja di Depo, karena kan kita punya daftar nomor telepon pelanggan ya, itu biasanya kita hubungi dan kita tawarin soal produk atau kasih tau kalau ada diskon atau promo sekarang di Depo”.
g. Kapan aktivitas pemasaran langsung dilakukan?
Jawaban:”Iya saat kalau kita lagi adain promo ya kita kasih tau mereka gitu, kita hubungi atau saat ada produk baru, kita kenalin ke mereka”.
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
Jawaban:”Wah kalau sejauh ini, dampaknya ya berasa ya karena banyak dari customer sekarang yang bahkan lebih dulu hubungin kita buat pesan barang, bahkan ya untuk sekedar tanya-tanya info Depo kapan ada promo lagi”.
i. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Hampir sama seperti yang tadi ya, tapi kalau ini lebih dalam kita harus tahu betul informasi yang kita sampaikan ke customer jangan sampai salah kasih info ya seputar itu”.
j. Kapan evaluasi dilakukan?
Jawaban: “Setiap minggu atau bulan ya kalau yang ini, kondisional ya”.
k. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
Jawaban: “Gak ada kendala, karena dari kita udah paham betul informasi yang kita sampaiin ke konsumen”.
C. Pemasaran Interaktif/interactive marketing 
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan pemasaran interaktif? Jika iya, bagaimana bentuk pemasaran interaktif yang dilakukan?
Jawaban: “Iya kita pake juga, contoh kita kirim informasi ke pelanggan lewat WhastApp gitu, yang bisa diterusin ke semua kontak member Depo, jadikan langsung otomatis gitu”.
b. Mengapa memilih bentuk pemasaran interaktif tersebut dalam aktivitas pemasaran?
Jawaban: “Seperti yang tadi ya, kita manfaatin media yang kita punya aja”.
c. Siapa yang menyampaikan pesan dalam pemasaran nteraktif tersebut?
Jawaban:”Tim Marketing sama CS”.
d. Bagaimana format pesannya?
Jawaban: “Iya kita buat semenarik mungkin ya, yang penting dari awal informasinya udah langsung sampai ke pelanggan, contohnya gini saya kirim pesan lewat WhatsApp yang bisa diterusin ke semua kontak yang ada di Smartphone ini, Informasinya langsung saya tulis Diskon Hingga 70%, nah ini kan nanti masuk di notifikasi mereka jadi yang langsung muncul ya tulisan diskon ini, jadi ya pasti banyak pelanggan yang tertarik kalau udah liat tulisan diskon gitu apalagi kan lumayan gede diskonnya”.
e. Media apa yang digunakan dalam menyampaikan pesan dalam pemasaran interaktif?
Jawaban: “Media yang kita pake itu WhatsApp, Instagram, Website, sama E-Katalog, tapi untuk Website dan E-Katalognya masih kita kembangin ya”.
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Dari yang WhatsApp ya seluruh member Depo ya, terus yang di media sosial semua pengguna Instagram dan Website ya semua masyarakat”.
g. Kapan aktivitas pemasaran interaktif dilakukan?
Jawaban: “Iya setiap ada promo atau event atau kegiatan di toko kita informasikan ke customer”.
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
Jawaban:”Iya efeknya ya bagus, banyak customer yang makin sering belanja di Depo kalau ada kebutuhan rumah tangga yang diperlukan dan kalau malas ke toko bisa langsung pesen lewat WhatsApp atau telepon juga via WhatsApp”.
i. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktvitas tersebut?
Jawaban: “Sejauh ini gak ada kendala ya karena kita dimudahkan banget”.
D. Promosi Penjualan
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan promosi penjualan? Jika iya, bagaimana bentuk promosi penjualan yang dilakukan?
Jawaban: “Iya kita ada promosi, bentuknya berupa diskon, cashback, undian, terus ada juga kita adain event untuk lomba contest atau lomba mewarnai untuk anak-anak”.
b. Mengapa memilih bentuk promosi penjualan tersebut?
Jawaban: “Iya karena kita ingin customer itu senang belanja di Depo dan merasa diperhatikan sehingga membangun kesan bahwa kita peduli dengan mereka”.
c. Siapa yang menyampaikan pesan dalam promosi penjualan tersebut?
Jawaban: “Saya dari tim marketing dan juga Customer Service”.
d. Bagaimana format pesannya?
Jawaban: “Format pesannya kita buat unik ya, sehingga menarik perhatian masyarakat gitu, kita kadang kaitkan dengan apa yang sedang viral atau trand di masyarakat untuk kita gunakan”.
e. Media apa saja yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam promosi penjualan?
Jawaban: “Media yang kita pake itu ya Billboard, spanduk, reklame, radio, surat kabar, media sosial ya semua kita manfaatkan, tempat atau ruang-ruang yang memungkinkan di toko juga kita manfaatkan untuk diisi dengan informasi itu”.
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Khalayaknya ya jelas seluruh masyarakat Lombok ya, kita pake media itu untuk menjangkau masyarakat luas”.
g. Kapan promosi penjualan biasanya dilakukan?
Jawaban:”Setiap kita akan ngadain promosi kita udah informasikan, udah kita sebar informasinya, jadi udah dari jauh-jauh hari supaya gak keduluan sama kompetitor”.
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Iya efeknya sangat terasa ya, walaupun ada kompetitor gak berpengaruh karena Depo kan udah punya pangsa pasarnya sendiri, pelanggan tetaplah”.
i. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
Jawaban: “Oh kalau untuk evaluasi di aktivitas ini selalu kita lakuin ya, untuk gak ngulangin kekurangan-kekurangan yang masih ada biar gak ke ulang di kegiatan berikutnya”.
j. Kapan evaluasi dilakukan?
Jawaban:”Evaluasi kita lakukan langsung ya, apalagi kalau ada event kita langsung adain evaluasi saat event itu udah berakhir karena itu penting biar kekurangan atau kesalahan yang udah dilakuin atau kejadian yang terjadi waktu event itu gak dilupain gitu, jadi saat aca selesai langsung ada evaluasi”.
k. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
Jawaban: “Kalau dari kita gak ada kendala berarti ya, tapi karena pandemi Covid-19 saat ini ya kemarin waktu buat event kontes foto pesertanya cuma ada 8 orang padahal kalau lagi normal bisa puluhan yang ikut, kita juga gak bisa sebarin informasi atau ngadain sosialisasiin ke sekolah-sekolah karena kan pada tutup semua, jadi itu sih kendalanya”.
E. Hubungan Masyarakat/public relations
a. Apakah Depo Jaya Bangunan memiliki bagian Humas? Jika iya, bagaimana aktivitas atau kegiatan Humas di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Kita gak punya bagian Humas, karena kita nganggepnya semua karyawan Depo adalah Humas”.
F. Penjualan Personal/Personal Selling
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan penjualan personal? Jika iya, bagaimana bentuk penjualan personal yang dilakukan?
Jawaban:”Iya ada, kita melakukan penjualan personal di toko dengan menempatkan Sales Marketing di masing-masing produk, nantinya sales marketing akan langsung berinteraksi dengan konsumen dan konsumen juga dapat menanyakan seputar produk yang dibutuhkan kepada sales marketing. Sales marketing disini hadir untuk menyelesikan masalah dari konsumen, disaat konsumen mulai bingung memilih barang sales marketing dapat memberikan saran dengan memerikan perimbangan kepada konsumen, sehingga konsumen dapat membeli produk yang sesuai dengan kebutuhannya”.
b. Mengapa memilih bentuk penjualan personal tersebut?
Jawaban: “Karena kalau ngelakuin hal itu kita dapat lebih dekat dengan konsumen dan konsumen juga merasa dilayani dengan baik, dibandingkan sales marketing cuma diem di posisinya dan gak peduli sama konsumen kan itu kelihatannnya gak elok ya”.
c. Siapa yang ditugaskan untuk menyampaikan pesan dalam penjualan personal?
Jawaban:”Sales Maketing”.
d. Bagaimana format pesannya?
Jawaban: “Pesan disampaikan dengan ramah dan sopan, sales marketing juga kadang menggunakan bahasa daerah untuk lebih akrab sama konsumen yang semisal berasal dari desa, tapi gak ada maksud untuk membedakan tapi agar bisa lebih akrab dan nyambung saat ngobrol dengan konsmen”.
e. Media apa saja yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam penjualan personal?
Jawaban: “Media yang kita gunakan ya dengan mempraktikan atau memperagakan langsung cara penggunaan dari produk atau barang yang diinginkan konsumen sehingga konsumen tahu bagaimana cara menggunakan barang tersebut”.
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas tersebut?
Jawaban: “Khalayaknya ya tentu seluruh pelanggan yang datang belanja langsung ke toko”.
g. Kapan penjualan personal dilakukan?
Jawaban: “Saat toko mulai beraktivitas, sales marketing udah siap diposisinya masing0masing, jadi ya saat konsumen datang ke produknya dia udah siap gitu untuk nyambut konsumen dan menanyakan apa yang dibutuhkan”.
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas tersebut?
Jawaban:”Iya sejauh ini hasilnya bagus ya, banyak masyarakat yang puas dengan pelayanan kita di toko”.
Pengunjung/Pelanggan Depo Jaya Bangunan
Pengunjung I
Nama : Husnayati
Alamat : Jl. Tenggo No.1 BTN Sandik Indah, Desa Sandik, Kec. Batu Layar
Pekerjaan : PNS
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”3 (Tiga) kali”.
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
Jawaban: “Baliho”.
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
Jawaban: “Karena sering liat iklannya”.
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Bagus”.
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Tidak ada”.
Pengunjung II
Nama : Fitri Yulita Valentina
Alamat : Desa Barejulat, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah
Pekerjaan : Wiraswasta
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Lebih dari 10 kali”.
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
Jawaban:”Baliho dan sosial media”.
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
Jawaban: “Karena murah, sering ada promo, diskon, undian dan nyaman”.
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Nyaman, bersih pegawai gesit”.
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Undiannya lebih banyak dong”
Pengunjung III
Nama : Suriyadi Ilham
Alamat : Labuapi, Lombok Barat
Pekerjaan : Wiraswasta
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “5 kali”.
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
Jawaban: “Baliho”.
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
Jawaban: “Karena promo dan diskon”.
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Pelayanannya ramah dan responsif”.
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Tetap selalu memberikan hadiah untuk pelanggan setia”.
Pengunjung IV
Nama : Moh Rosi Sugandi Nur
Alamat : Pengempel Indah Bertais, Mataram
Pekerjaan : Wiraswasta
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Sering kali”.
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
Jawaban:”Baliho”.
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
Jawaban: “Karena sering ngadain diskon”.
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Sangat nyaman”.
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Pelayanannya lebih ditingkatkan dan selalu memberikan perbandingan harga atau kualitas produk yang berbeda”.
Pengunjung V
Nama : Rizal Asril
Alamat : Jeranjang
Pekerjaan : Wiraswasta
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “5 kali”.
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
Jawaban:”Orang tua”.
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
Jawaban: “Karena harga barangnya murah”.
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
Jawaban: “Senang, karena barangnya lengkap dan kualitasnya original”.
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
Jawaban:”Tidak ada yang perlu ditingkatkan”.





5. DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
1. Kapan Depo Jaya Bangunan mulai berdiri di Lombok?
2. Bagaimana cara memperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan? 
3. Mengapa memilih cara tersebut?
4. Siapa yang bertanggungjawab dalam menentukan pilihan cara yang digunakan tersebut?
5. Bagaimana pengemasan pesan yang dilakukan dalam memperkenalkan Depo Jaya Bangunan?
6. Siapa yang bertugas untuk mengemas pesan dan menyampaikan pesan tersebut?
7. Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam memperkenalkan Depo Jaya Bangunan?
8. Mengapa memilih media komunikasi tersebut?
9. Siapa yang menjadi target sasaran dalam memperkenalkan kehadirannya di Lombok? Apakah ada identifikasi tersendiri?
10. Efek seperti apa yang diharapkan dari target sasarannya? 
11. Dalam memperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan, kendala seperti apa yang dihadapi perusahaan?
12. Bagaimana tahapan yang dilakukan oleh Depo Jaya Bangunan sebelum melaksanakan aktivitas pemasaran?
13. Selain dari meperkenalkan kehadiran Depo Jaya Bangunan di Lombok, bagaimana aktivitas pemasaran yang dilakukan? 
A. Media Periklanan/advertising
b. Apakah menggunakan media periklanan/advertising? Jika iya, media periklanan seperti apa yang digunakan?
c. Mengapa memilih media tersebut dalam aktivitas pemasaran?
d. Siapa yang mengemas pesan atau materi iklan dalam penggunaan di media tersebut?
e. Bagaimana format pesan atau materi iklan tersebut?
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
g. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
h. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
i. Kapan evaluasi dilakukan? 
j. Kendala atau hambatan seperti apa yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas periklanan?
B. Pemasaran Langsung/direct marketing
b. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan pemasaran langsung? Jika iya, bagaimana bentuk pemasaran langsung yang dilakukan?
c. Mengapa memilih bentuk pemasaran langsung tersebut dalam aktivitas pemasaran?
d. Siapa yang bertugas untuk menyampaikan pesan dalam aktvitas tersebut?
e. Bagaimana format pesannya?
f. Media apa yang digunakan dalam menyampaikan pesan dalam pemasaran langsung?
g. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
h. Kapan aktivitas pemasaran langsung dilakukan?
i. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
j. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
k. Kapan evaluasi dilakukan?
l. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
C. Pemasaran Interaktif/interactive marketing 
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan pemasaran interaktif? Jika iya, bagaimana bentuk pemasaran interaktif yang dilakukan?
b. Mengapa memilih bentuk pemasaran interaktif tersebut dalam aktivitas pemasaran?
c. Siapa yang menyampaikan pesan dalam pemasaran nteraktif tersebut?
d. Bagaimana format pesannya?
e. Media apa yang digunakan dalam menyampaikan pesan dalam pemasaran interaktif?
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
g. Kapan aktivitas pemasaran interaktif dilakukan?
j. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
k. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
l. Kapan evaluasi dilakukan?
m. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktvitas tersebut?
D. Promosi Penjualan
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan promosi penjualan? Jika iya, bagaimana bentuk promosi penjualan yang dilakukan?
b. Mengapa memilih bentuk promosi penjualan tersebut?
c. Siapa yang menyampaikan pesan dalam promosi penjualan tersebut?
d. Bagaimana format pesannya?
e. Media apa saja yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam promosi penjualan?
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas pemasaran ini?
g. Kapan promosi penjualan biasanya dilakukan?
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran ini?
i. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
j. Kapan evaluasi dilakukan?
k. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
E. Hubungan Masyarakat/public relations
a. Apakah Depo Jaya Bangunan memiliki bagian Humas? Jika iya, bagaimana aktivitas atau kegiatan Humas di Depo Jaya Bangunan?
b. Mengapa memilih untuk melakukan aktivitas kehumasan tersebut?
c. Siapa yang menyampaikan pesan dalam aktivitas tersebut?
d. Bagaimana format pesannya?
e. Media apa saja yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam aktivitas tersebut?
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas tersebut?
g. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas tersebut?
h. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas tersebut?
i. Kapan evaluasi dilakukan?
j. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
F. Penjualan Personal
a. Apakah Depo Jaya Bangunan melakukan penjualan personal? Jika iya, bagaimana bentuk penjualan personal yang dilakukan?
b. Mengapa memilih bentuk penjualan personal tersebut?
c. Siapa yang ditugaskan untuk menyampaikan pesan dalam penjualan personal?
d. Bagaimana format pesannya?
e. Media apa saja yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam penjualan personal?
f. Khalayak seperti apa yang menjadi target sasarannya dalam aktivitas tersebut?
g. Kapan penjualan personal dilakukan?
h. Sejauh ini, bagaimana efek yang dihasilkan dari aktivitas tersebut?
i. Bagaimana evaluasi dalam aktivitas pemasaran ini?
j. Kapan evaluasi dilakukan?
k. Kendala seperti apa yang dihadapi saat menjalankan aktivitas tersebut?
14. Mengapa memilih untuk menggunakan aktivitas pemasaran tersebut?
15. Siapa yang bertanggungjawab dalam menentukan aktivitas pemasaran yang dilakukan Depo Jaya Bangunan? 
16. Dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan tersebut, apakah sebelumnya dilakukan Brifing terlebih dahulu?
17. Sejauh ini, dari aktivitas pemasaran yang telah dilakukan, manakah yang paling efektif?
18. Bagaimana anggaran untuk aktvitas pemasaran tersebut?
19. Sejauh ini, kendala seperti apa yan dihadapi oleh Depo Jaya Bangunan dalam pelaksanaan aktivitas pemarannya?
Pengunjung/Pelanggan Depo Jaya Bangunan
1. Sudah berapa kali berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
2. Informasi mengenai Depo Jaya Bangunan diperoleh melalui apa?
3. Mengapa memilih Depo Jaya Bangunan sebagai tempat untuk berbelanja bahan bangunan?
4. Bagaimana pengalaman atau kesan anda saat berbelanja di Depo Jaya Bangunan?
5. Hal apa yang perlu ditingkatkan oleh Depo Jaya Bangunan?
6. SURAT KETERANGAN WAWANCARA I
7. SURAT KETERANGAN WAWANCARA II
8. FOTO DOKUMENTASI WAWANCARA
 
Supervisor Marketing Depo Jaya Bangunan Bapak Arie Asghar Azizi Seusai Diwawancara
 
Staff Marketing Depo Jaya Bangunan Kandu Priyanto Wibowo, SE., Seusai Diwawancarai 
9. DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Shoji Duwi Sandini yang akrab dipanggil Shoji/Ji, lahir di Pringgabaya, Lombok Timur, NTB tepatnya pada tanggal 15 Maret 1999, merupakan anak ke-dua dari tiga bersaudara. Shoji sejak kecil tinggal di Pringgabaya dan menempuh pendidikan Sekolah Dasar selama 6 tahun di SDN 4 Pringgabaya, lulus tahun 2011. Kemudian menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun di SMPN 1 Pringgabaya, dan lulus tahun 2014. Di tahun berikutnya melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) selama 3 tahun di SMAN 1 Pringgabaya, dan lulus pada tahun 2017.
Pada tahun yang sama, peneliti diterima melalui jalur Mandiri yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri Universitas Mataram dan lulus pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Untuk mengembangkan bakat dan minat peneliti dalam menulis, peneliti bergabung dan menjadi bagian dalam mengelola situs atau website NesiaNet.com dengan diberikan kepercayaan untuk menduduki posisi sebagai Sekretaris. Dalam perjalanan dibangku kuliah tepatnya di semester 5 peneliti memilih untuk mengambil konsentrasi jurusan yakni Hubungan Masyarakat atau Public Relations. 
Shoji Duwi Sandini mengikuti program magang pada bulan September sampai dengan Oktober 2020 pada Bidang Pengembangan Destinasi Wisata di Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Peneliti kemudian menyelesaikan penelitian sebagai salah satu syarat lulus pada jenjang S1 dengan judul “Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Depo Jaya Bangunan (Studi Deskriptif Kualitatif pada Perusahaan Depo Jaya Bangunan Mataram-Lombok) pada tahun 2021. 

0 Comments

Posting Komentar