Doa Setelah Sholat Fardhu Menurut Pandangan Sunnah (Para Salaf)
Dalam pandangan sunnah, yang diutamakan setelah shalat fardhu adalah membaca zikir-zikir yang sahih dari Nabi SAW, bukan doa berjamaah khusus. Zikir tersebut mencakup istighfar, membaca Allahumma antas salaam, tahlil, tasbih, tahmid, takbir, dan Ayat Kursi. Adapun doa permohonan pribadi boleh dilakukan setelah zikir tersebut.
Berikut adalah urutan zikir dan doa setelah shalat fardhu sesuai sunnah:
1. Zikir Setelah Shalat (Sesuai Sunnah)
Istighfar 3 kali: “Astaghfirullah” (aku memohon ampun kepada Allah).
Membaca: “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom” (Ya Allah, Engkau-lah As-Salaam, dari-Mu keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan).
Tahlil: “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir” (dibaca 1 atau 3 kali).
Membaca: “Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu” (Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat kekayaan bagi pemiliknya dari siksa-Mu).
Tasbih, tahmid, takbir: tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, lalu disempurnakan menjadi 100 dengan tahlil.
Membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu.
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (setelah Maghrib dan Subuh masing-masing 3 kali; setelah Zuhur, Asar, dan Isya masing-masing 1 kali).
2. Doa yang Diajarkan Nabi
Rasulullah SAW terkadang membaca doa berikut sebelum salam atau setelah zikir:
“Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thoyyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan”
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima).
3. Doa pribadi (Setelah zikir)
Catatan:
Tidak terdapat riwayat sahih mengenai doa khusus yang rutin dibaca secara berjamaah oleh Nabi setelah shalat wajib.
Zikir dibaca secara pelan dan sendiri-sendiri, tidak dikeraskan.
Doa permohonan pribadi lebih utama dilakukan saat sujud atau setelah shalat sunnah.