apa beda s/w dan h/w decoder - NesiaNet

1. S/W Decoder (Software Decoder)

Decoder yang dijalankan sepenuhnya oleh software dan diproses oleh CPU.

Ciri-ciri:

Proses decoding dilakukan lewat aplikasi/codec (misalnya FFmpeg).

Mengandalkan kemampuan CPU.

Lebih fleksibel (mudah update, mendukung banyak format).

Beban CPU tinggi, terutama untuk video resolusi besar.

Kelebihan:

Mendukung codec baru lebih cepat.

Bisa jalan di hampir semua perangkat.

Mudah dikembangkan dan diperbaiki.

Kekurangan:

Konsumsi CPU tinggi.

Lebih boros daya.

Bisa menyebabkan lag pada video berat (4K, bitrate tinggi).

2. H/W Decoder (Hardware Decoder)

Decoder yang menggunakan perangkat keras khusus (GPU, DSP, atau chip decoder bawaan).

Ciri-ciri:

Proses decoding dilakukan oleh hardware khusus.

Beban CPU sangat kecil.

Biasanya terintegrasi di GPU atau SoC.

Kelebihan:

Sangat efisien dan cepat.

Hemat daya (ideal untuk laptop & HP).

Playback video lebih stabil dan halus.

Kekurangan:

Dukungan codec terbatas sesuai hardware.

Tidak bisa di-upgrade lewat software.

Codec lama atau baru bisa tidak didukung.

Perbandingan Singkat
Aspek S/W Decoder H/W Decoder
Proses CPU Hardware khusus
Performa Lebih lambat Lebih cepat
Konsumsi daya Tinggi Rendah
Fleksibilitas Tinggi Rendah
Dukungan codec Banyak Terbatas
Kesimpulan

S/W decoder cocok untuk fleksibilitas dan kompatibilitas luas.

H/W decoder cocok untuk performa tinggi, hemat daya, dan pemutaran video berat.