27 Desember 2025
RSUP NTB Permudah Akses Konsultasi HIV/AIDS
Mataram, 12/6 (Dikutip dari ANTARA) – Manajemen Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) mempermudah layanan konsultasi HIV/AIDS guna mendorong masyarakat memanfaatkan Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang tersedia.
Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi Hamri, mengatakan bahwa layanan konsultasi HIV/AIDS diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi.
“Kami memberikan kemudahan konsultasi HIV/AIDS secara gratis agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan ini,” ujarnya di Mataram, Minggu.
Ia menjelaskan, meskipun penyebaran HIV/AIDS di wilayah NTB terus menunjukkan peningkatan, tingkat kesadaran pasien beserta keluarganya untuk melakukan konsultasi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus mendorong optimalisasi pemanfaatan Klinik VCT sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran virus tersebut.
“Kami berharap masyarakat yang telah memahami manfaat Klinik VCT dapat turut menyosialisasikannya kepada warga lain agar layanan ini dimanfaatkan secara maksimal,” tambah Mawardi.
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTB, Klinik VCT tidak hanya tersedia di RSUP NTB, tetapi juga tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan lain di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Di Pulau Lombok, Klinik VCT terdapat di RSUP NTB, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram, Puskesmas Karang Taliwang, Rumah Sakit Praya di Kabupaten Lombok Tengah, serta Rumah Sakit Selong di Kabupaten Lombok Timur. Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa telah menyediakan layanan serupa sejak 2009.
Selain memperluas jaringan Klinik VCT, KPA NTB juga terus mengoptimalkan peran tenaga medis dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Tim VCT yang terdiri atas dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum sebagai penanggung jawab, serta tenaga konseling, tidak hanya melayani pemeriksaan di klinik, tetapi juga turun langsung ke lapangan saat menerima laporan kasus baru.
Kasus HIV/AIDS di NTB terus mengalami peningkatan. Dalam lima tahun terakhir, tercatat 449 orang terinfeksi, dengan 119 orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Sekretariat KPA Provinsi NTB, H. Soeharmanto, menyebutkan bahwa hingga April 2011 tercatat 241 orang mengidap HIV dan 208 orang menderita AIDS.
“Dari 208 penderita AIDS tersebut, sebanyak 119 orang atau 57,2 persen telah meninggal dunia, sementara 89 orang atau 42,8 persen masih hidup dalam kondisi memprihatinkan,” katanya.
Pada 2006, jumlah penderita HIV tercatat 63 orang dan AIDS 36 orang. Angka ini meningkat pada 2007 menjadi 112 penderita HIV dan 57 penderita AIDS. Tahun 2008, jumlah penderita HIV bertambah menjadi 137 orang dan AIDS meningkat menjadi 83 orang, termasuk enam orang yang sebelumnya hanya terindikasi HIV.
Pada 2009, jumlah penderita HIV tercatat 167 orang dan penderita AIDS meningkat menjadi 128 orang. Kemudian pada 2010, kasus kembali bertambah menjadi 212 penderita HIV dan 173 penderita AIDS. Hingga April 2011, jumlah penderita meningkat menjadi 241 kasus HIV dan 208 kasus AIDS, atau bertambah 29 penderita HIV dan 35 penderita AIDS hanya dalam empat bulan terakhir.
Mayoritas pengidap HIV/AIDS di NTB berada pada kelompok usia 25–29 tahun, disusul usia 30–34 tahun dan 20–24 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, hingga April 2011 penderita masih didominasi laki-laki sebesar 63,25 persen, sementara perempuan 36,75 persen.
Ditinjau dari faktor risiko, kasus HIV/AIDS hingga April 2011 paling banyak disebabkan oleh hubungan seksual, yakni 47,21 persen heteroseksual dan 6,45 persen homoseksual. Selebihnya disebabkan oleh penularan perinatal dari ibu ke anak serta penggunaan jarum suntik.
Sebaran penderita HIV/AIDS terbanyak berada di Kota Mataram, disusul Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. (*) - pertama kali tayang di https://mataram.antaranews.com/berita/17704/rsup-ntb-permudah-konsultasi-hivaids