Pengembangan Pariwisata di Provinsi NTB - NesiaNet

Pengembangan Pariwisata di Provinsi NTB

Pengembangan Pariwisata di Provinsi NTB

Beban pengembangan Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat diemban oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Dinas Pariwisata Provinsi NTB berperan penting dalam pembangunan kepariwisataan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendorong pemerataan kesempatan berusaha, mendorong pemerataan pembangunan serta memberikan kontribusi bagi daerah ataupun negara yang dihasilkan dari kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara. Selain itu juga Dinas Pariwisata Provinsi NTB memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan yang terintegrasi dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan  teori Penta Helix ABCGM Dinas Pariwisata Provinsi NTB menjadi aktor di Bidang Pemerintah yang bertanggungjawab untuk membuat kebijakan. Sebagai aktor pembuat kebijakan Dinas Pariwisata Provinsi NTB merujuk kepada Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2013-2028. Peraturan daerah tersebut sesuai dengan program kerja Gubernur Provinsi NTB.

Ripparda terdiri dari 5 bagian, 9 Bab, dan 76 pasal. Ripparda mencakup empat pilar Pembangunan Kepariwisataan Daerah yang meliputi, Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan. 

Destinasi Pariwisata meliputi Perwilayahan DPD, Pembangunan Daya Tarik Wisata, Pembangunan Aksesibilitas Pariwisata, Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dan Fasilitas Pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat melalui Kepariwisataan, serta Penciptaan Investasi di Bidang Pariwisata. Pada Pemasaran Pariwisata meliputi Penguataan Pasar Wisatawan, Pengembangan Citra Pariwisata, Pengembangan Kemitraan Pemasaran Pariwisata dan kemudian Pengembangan Promosi Pariwisata. Dalam Industri Pariwisata meliputi Penguatan Struktur Industri Pariwisata, Peningkatan Daya Saing Produk Pariwisata, Pengembangan Kemitraan Usaha Pariwisata dan Penciptaan Kredibilitas Bisnis dan Pengembangan Tanggungjawab terhadap Lingkungan. Untuk Kelembagaan Kepariwisataan meliputi Penguatan Organisasi Kepariwisataan, Pembangunan Sumber Daya Manusia Pariwisata, Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangaan serta Pembentukan Forum Kepariwisataan Daerah. 

Pengembangan Pariwisata di Indonesia


EmoticonEmoticon

Formulir Kontak