Pengembangan Pariwisata di Indonesia - NesiaNet

Pengembangan Pariwisata di Indonesia

Pengembangan Pariwisata di Indonesia

Dunia pariwisata indonesia mengenal istilah Sinergi Penta Helix ABCGM (Academic, Bussiness, Community, Goverment, Media) seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Penjabaran secara lebih lanjut menganai Penta Helix ABCGM ialah sebagai berikut:

1. Akademisi 

Akademisi ikut terlibat dalam pengembangan pariwisata karena terlibat dalam kebijakan, kepakaran dan juga merupakan lembaga penelitian yang berperan dalam mengimplementasikan setiap kebijakan. Peran yang diampu oleh Akademisi dalam hal ini ialah terkait dengan mencetuskan masyarakat melalui penyediaan tenaga kerja yang terampil yang dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ekonomi dan meningkatkan kemajuan pariwisata (Halibas, Sibayan & Maata, 2017).

2. Bisnis 

Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia menjadikannya sebagai negara yang sangat kaya sehingga banyak sekali memiliki keindahan alam yang luar biasa. Hal inilah yang membuat sektor pariwisata di Indonesia menjadi salah satu penggerak ekonomi yang sangat besar. Hal inilah yang membuat Pelaku usaha di sektor pariwisata ramai. Pelaku usaha pada sektor ini menawarkan berbagai produk bisnis kepada publik sasarannya. Produk bisnis yang dapat ditawarkan ialah jasa seperti transportasi (tour & travel penyedia tiket pesawat, rental kendaraan/penyedia transportasi), pemandu wisata, akomodasi atau hotel dan usaha kuliner serta berbagai macam kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh konsumen.

3. Komunitas

Komunitas dalam sektor Kepariwisataan ditempatkan sebagai masyarakat luas atau sekumpulan orang atau kelompok-kelompok yang diklasifikasikan berdasarkan hobi yang memilliki tujuan untuk mempromosikan sektor pariwisata daerahnya. Dalam hal ini masyarakat berperan penting dalam pengembangan pariwisata, komunitas juga menjadi pihak yang memiliki kepentingan tersendiri. 

4. Pemerintah

Birokrasi di dalam lingkup pemerintah dilihat sebagai agen administrasi yang memiliki tanggungjawab besar yakni untuk membuat kebijakan. Birokrasi pemerintahan daerah diharapkan dapat terlibat secara penuh dalam model Penta Helix pengembangan pariwisata. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan sektor pariwisata akan memberikan dampak untuk daerah atau wilayah. Sehingga pemerintah  memiliki peran penting dalam membuat suatu kebijakan publik. 

5. Media Massa

Media massa merupakan salah satu pelaku dalam pengembangan pariwisata. Media massa menjadi sarana penting  dalam sosialisasi dan komunikasi kebijakan, serta sebagai perantara penghubung antara pemerintah dan masyarakat (Howlett & Ramesh, (1995). Pada masa saat ini, media massa telah berkembang dengan pesat ditandai dengan adanya teknologi dan internet, yang memunculkan media baru berupa media sosial yakni facebook, instagram, Twitter, Youtube dan lainnya. 

Kemunculan media baru ini memberikan kemudahan akses pada semua sektor kehidupan masyarakat terutama bagi sektor pariwisata. Media baru dijadikan sebagai wadah untuk mempromosikan segala aktivitas pariwisata yang dilakukan oleh pelaku pariwisata. Sebelum adanya media baru ini pelaku pariwisata melakukan promosi dengan menggunakan media konvensional seperti media cetak dan elektronik. Namun sejak hadirnya media baru ditengah mereka, pelaku usaha pariwisata mulai beralih ke media baru dikarenakan dapat menjangkau lebih banyak orang serta komunikasi dapat berjalan secara efektif dan lebih hemat.

Pengembangan Pariwisata di Indonesia


EmoticonEmoticon

Formulir Kontak