Pemkot Mataram Akan Segera Keluarkan Edaran BDR

 Pemkot Mataram Akan Segera Keluarkan Edaran WFH

Ilustrasi: sejumlah pimpinna organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (25/1-2021), saat menghadiri sidang pripurna penyampaian LKPJ akhir jabatan Wali Kota Mataram 2016-2021, terkesan tanpa penerapan protokol kesehatan. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat segera mengeluarkan lagi edaran bekerja dari rumah - BDR (Work From Home), sebagai acuan pegawai organisasi daerah (OPD) dalam melaksanakan tugas di masa pandemi Covid-19, seklaigus menjadi langkah memutus penyebaran Covid-19 di perkantoran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram yakni H Effendi Eko Saswito di Mataram, menyebutkan dari hasil evaluasi, tren peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini didominasi dai klaster perkantoran dan pelaku perjalanan.

Ia melanjutkan, saat ini telah terkonfirmasi lagi kasus positif Covid-19 dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yang berinisial UH, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan, yang langkahnya salah satunya dengan menerapkan WFH.

Ia juga menyatakan, untuk  ketentuan WFH yang akan dikeluarkan khusus bagi pegawai fungsional secara keseluruhan bekerja di rumah. Sedangkan untuk pejabat di eselon IV dan III akan diatur oleh pimpnan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Effendi menambahkan pihaknya menginginkan kapasitas ruang kerja maksimal berisi 50 persen dari kondisi normal.

Menurut Effendi, penerapan WFH tidak hanya diberlakukan untuk OPD atau pejabatnya terpapar Covid-19, melainkan berlaku umum untuk semua OPD se-Pemerintah Kota Mataram.

Ia menyebutkan pihaknya akan segera menerapkan kembali WFH sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, baik ada atau tidak ada kasus di sebuah OPD.

Senin 25/01/2021 pukul 12.00 WITA, data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram menunjukkan jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan sebanyak 228 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.355 dan meninggal 103 orang.

Effendi mengatakan penambahan kasus Covid 19 pada Januari 2021, relatif mengalami peningkatan dibandingkan dengan Desember 2020. Oleh karenanya, pihaknya juga akan melakukan pembatasan kegiatan sosial dan budaya. (ANTARA NTB)

0 Comments

Posting Komentar